Trump: Kami Sekarang Sedang Bernegosiasi dengan Iran
-
Presiden AS Donald Trump
Pars Today - Presiden Amerika Serikat sekali lagi mengumumkan, "Kami sekarang sedang bernegosiasi dengan Iran."
Menurut laporan IRNA, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan tentang Iran pada Selasa (03/02/2026) malam waktu setempat di Gedung Putih, "Mereka bersedia bernegosiasi, kami sedang bernegosiasi dengan mereka sekarang."
Menyatakan bahwa negosiasi akan dimulai minggu ini, ia berkata, "Kita harus melihat apakah sesuatu akan benar-benar terjadi atau tidak."
Trump juga mengatakan tentang lokasi negosiasi, "Saya tidak bisa memberi tahu Anda, tetapi ada lebih dari satu pertemuan."
Liga Arab: Negara-Negara Arab Tidak Mau Perang Baru
Dalam hal ini, Hossam Zaki, Wakil Sekretaris Jenderal Liga Arab, merujuk pada upaya regional untuk menyelesaikan masalah Iran, menekankan bahwa negara-negara Arab tidak menginginkan perang baru di kawasan.
Hossam Zaki mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Sky News, "Upaya regional untuk menemukan solusi atas masalah Iran sedang berlangsung."
Ia menekankan, "Negara-negara Arab tidak ingin kawasan ini kembali dilanda perang."
Zaki juga mengatakan, "Upaya harus dilakukan untuk memulihkan stabilitas dan membangun perdamaian di kawasan ini."
Qatar: Dialog dengan Iran Berlanjut di Tingkat Tinggi
Dalam hal ini, Majed Al-Ansari, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar memperingatkan risiko eskalasi krisis regional dan menekankan bahwa Doha secara aktif berkonsultasi dengan Iran dan aktor regional lainnya dan menganggap jalur negosiasi sebagai satu-satunya jalan keluar dari situasi tegang saat ini.
Al-Ansari menambahkan, "Kontak dan konsultasi dengan Republik Islam Iran berlanjut di tingkat politik tertinggi, dan tujuan utama pembicaraan ini adalah untuk mencegah eskalasi ketegangan dan menahan situasi yang tidak stabil di kawasan ini."
Pakistan Konfirmasi Partisipasinya dalam Pembicaraan Iran-AS
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Pakistan mengkonfirmasi undangan negaranya untuk menghadiri pembicaraan mendatang antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat di Istanbul.
Tahir Andrabi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan menanggapi media domestik negara itu dan mengumumkan bahwa Pakistan telah menerima undangan resmi untuk berpartisipasi dalam pembicaraan nuklir Iran-AS.(sl)