Reaksi Pengguna X
Kami Umat Imam Husain, Mereka Umat Epstein
Dalam beberapa hari terakhir, publikasi dokumen-dokumen baru dari kasus penjahat pedofil Jeffrey Epstein telah mendapat perhatian luas di kalangan pengguna X.
Banyak pengguna X, dengan mengkritik keterlibatan Donald Trump dalam kasus seksual Jeffrey Epstein, miliarder Amerika yang menyimpang, menulis bahwa bagaimana mungkin Presiden Amerika Serikat dengan rekam jejak yang begitu kelam membiarkan dirinya berbicara tentang “menyelamatkan rakyat Iran”.
Menurut laporan Parstoday mengutip Fars, bersamaan dengan meningkatnya ancaman Donald Trump terhadap Iran, dokumen-dokumen baru dari kasus Jeffrey Epstein telah dipublikasikan. Nama banyak politisi dan tokoh terkenal dunia, termasuk Donald Trump, Bill Clinton, George Bush Sr., Elon Musk, dan Bill Gates, tercantum dalam dokumen-dokumen tersebut.
Para pengguna Iran sebagai reaksi terhadap kasus Epstein dan ancaman Trump menulis:“Kami adalah umat Imam Husain, dan mereka adalah umat Epstein.”

Masyarakat Iran menegaskan bahwa kini arena konfrontasi antara kebaikan dan kejahatan terlihat dengan jelas, karena di satu sisi terdapat para pendukung Epstein.

Sebagian pengguna juga, dengan merujuk pada tidak terlibatnya para pemimpin negara lain seperti Tiongkok dan Rusia dalam tuduhan-tuduhan kasus Epstein, menyoroti peran penting Israel dan individu-individu pendukung rezim Zionis dalam kasus Epstein.

Masyarakat Iran di jejaring sosial mengungkapkan kebahagiaan karena berdiri di sisi yang benar dalam sejarah dan tidak berada di barisan orang-orang seperti Epstein dan Trump.

Para pengguna asing juga menanggapi isu ini dan dengan mempublikasikan foto Pemimpin Tertinggi Revolusi Iran menulis bahwa nama seluruh individu yang memusuhi pemimpin Iran tercantum dalam kasus Epstein.

Kedalaman kejahatan-kejahatan di Pulau Epstein sedemikian besar sehingga bahkan tuduhan-tuduhan seperti “memakan bayi dan kotoran mereka” juga diajukan dalam kasusnya. Salah satu tuduhan utama terhadap orang ini adalah perdagangan anak perempuan di bawah umur. Ia, dengan mengundang tokoh-tokoh terkenal ke pulau pribadinya dan mengadakan pesta-pesta besar, menciptakan kondisi terjadinya berbagai bentuk pelecehan terhadap anak-anak perempuan tersebut, yang umumnya berusia antara 12 hingga 14 tahun.
Baru-baru ini dikonfirmasi bahwa Mossad berada di balik layar seluruh aktivitas Epstein. Menurut para analis, Epstein dengan mendekati tokoh-tokoh penting di bidang politik, perdagangan, dan seni, mengumpulkan dokumen-dokumen yang memberatkan terhadap mereka, sehingga pada waktu yang tepat, dengan mengancam akan mempublikasikan dokumen-dokumen tersebut, ia dapat mencapai tujuan-tujuan tersembunyinya.(PH)