Mayjen Abdollahi: Trump Harus Menantikan Kejutan dari Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i187058-mayjen_abdollahi_trump_harus_menantikan_kejutan_dari_iran
Parsi Today - Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya (SAW) mengatakan bahwa Trump telah mengumumkan banyak kejutan menurut definisinya sendiri, dan sekarang dia harus menunggu kejutan dari kami.
(last modified 2026-03-18T06:07:24+00:00 )
Mar 18, 2026 13:06 Asia/Jakarta
  • Mayor Jenderal Ali Abdollahi, Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya (SAW)
    Mayor Jenderal Ali Abdollahi, Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya (SAW)

Parsi Today - Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya (SAW) mengatakan bahwa Trump telah mengumumkan banyak kejutan menurut definisinya sendiri, dan sekarang dia harus menunggu kejutan dari kami.

Menurut laporan Parsi Today, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya (SAW) mengeluarkan pesan memperingati syahadah Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran, Kepala Organisasi Basij Mustad’afin, dan para pelaut kapal perusak Dena.

Pesan tersebut menyatakan, “Pasukan bersenjata Iran, dengan bantuan Tuhan dan dukungan rakyat, telah menghancurkan kesombongan palsu musuh dan Presiden Amerika Serikat yang salah paham, Trump. Ini adalah pertama kalinya kekuatan super dunia Amerika mengakui bahwa ia harus berlutut di hadapan kehendak ilahi rakyat yang tangguh dan pasukan bersenjata yang kuat, dan tidak hanya ditertawakan oleh para pemimpin negara-negara dunia, tetapi juga oleh rakyat dan para pemimpin negaranya sendiri.”

Menyatakan bahwa Trump telah mengumumkan banyak kejutan menurut definisinya sendiri, dan sekarang dia harus menunggu kejutan dari kami, ia menambahkan, “Kepada Amerika Serikat dan rezim Zionis telah terbukti di medan perang bahwa bangsa kita berdiri melawan penindasan dan agresi musuh, dan ketahanannya meningkat dengan tekanan musuh, dan ini adalah faktor utama kegagalan musuh. Oleh karena itu, mereka menargetkan wanita, pria, anak-anak, dan pusat-pusat layanan masyarakat, bahkan tidak menunjukkan belas kasihan kepada bayi berusia tiga hari.”

Mayjen Abdollahi menekankan, “Tindakan seperti itu adalah tanda-tanda terbesar kekalahan dan keputusasaan musuh global yang sombong dan intimidator.”(sl)