Amir Akrami-Nia: Serangan Darat, Musuh Terima Pukulan Berat
https://parstoday.ir/id/news/iran-i187946-amir_akrami_nia_serangan_darat_musuh_terima_pukulan_berat
Pars Today - Juru bicara Artesh Republik Islam Iran menyatakan, “Jika musuh melakukan invasi darat, mereka akan menerima pukulan berat.”
(last modified 2026-03-30T01:56:25+00:00 )
Mar 29, 2026 17:55 Asia/Jakarta
  • Amir Akrami-Nia, Juru Bicara Artesh Iran
    Amir Akrami-Nia, Juru Bicara Artesh Iran

Pars Today - Juru bicara Artesh Republik Islam Iran menyatakan, “Jika musuh melakukan invasi darat, mereka akan menerima pukulan berat.”

Menurut laporan Pars Today, Amir Akrami-Nia, Juru Bicara Artesh Iran mengatakan pada hari Minggu (29/03/2026) dalam sebuah wawancara mengenai agresi militer Amerika-Israel terhadap Iran bahwa isu utama Amerika Serikat dengan Republik Islam Iran bukanlah masalah nuklir, melainkan kekuatan dan kemandirian Iran. Kemandirian ini merupakan sesuatu yang tidak dimiliki banyak negara di dunia saat ini.

Menanggapi kemungkinan musuh menyerbu Iran melalui perbatasan darat, ia mengatakan, “Iran telah sepenuhnya siap menghadapi setiap skenario yang direncanakan oleh musuh, bahkan jika mereka memilih untuk berperang melalui jalur darat. Justru hal ini menjadi kekuatan kami.”

Amir Akrami-Nia menegaskan, “Jika musuh mencoba melakukan invasi darat, mereka pasti akan menerima pukulan berat dan mengalami kerugian. Kerugian yang jauh lebih besar daripada perang proksi yang sedang berlangsung saat ini.”

Jubir Artesh Iran menambahkan, “Terkait Selat Hormuz, tindakan jahat Amerika Serikat dan rezim Zionis telah membahayakan keamanan selat ini. Selat Hormuz selalu menjadi jalur yang aman dan damai, bahkan negara-negara di luar kawasan juga menggunakannya untuk melintasi kapal mereka. Namun, setelah agresi ini, situasinya telah berubah.”

Ia menambahkan, “Secara logis tidak dapat diterima bahwa Iran berada dalam ancaman dan serangan, tetapi negara-negara lain terus menikmati keamanan selat ini. Terutama mengingat sebagian besar selat berada di bawah kendali Iran dan kita tidak memanfaatkan manfaat yang seharusnya.”(sl)