Pezeshkian: Dunia Terpaksa Membayar Biaya Agresi Amerika-Israel
https://parstoday.ir/id/news/iran-i188240-pezeshkian_dunia_terpaksa_membayar_biaya_agresi_amerika_israel
Pars Today - Presiden Republik Islam Iran, dalam percakapan telepon dengan rekan sejawatnya dari Finlandia, menjelaskan dimensi agresi militer Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap negaranya dan menekankan bahwa seluruh dunia terpaksa membayar biaya atas tindakan agresif Amerika dan Israel.
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
Apr 03, 2026 12:40 Asia/Jakarta
  • Masoud Pezeshkian, Presiden Iran
    Masoud Pezeshkian, Presiden Iran

Pars Today - Presiden Republik Islam Iran, dalam percakapan telepon dengan rekan sejawatnya dari Finlandia, menjelaskan dimensi agresi militer Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap negaranya dan menekankan bahwa seluruh dunia terpaksa membayar biaya atas tindakan agresif Amerika dan Israel.

Menurut laporan Pars Today mengutip IRNA, Masoud Pezeshkian dan Alexander Stubb, Presiden Finlandia, melakukan percakapan telepon pada Kamis (02/04/2026).

Dalam percakapan ini, dengan menjelaskan dimensi agresi militer Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap negaranya, Pezeshkian menegaskan bahwa para agresor untuk kedua kalinya dalam 9 bulan terakhir telah menyerang Iran di tengah proses diplomatik dan telah membebankan biaya manusiawi dan material yang berat kepada rakyat Iran. Ia mengatakan, “Dampak merusak dari perang ilegal ini tidak terbatas pada Iran atau wilayah, tetapi seluruh dunia terpaksa membayar biaya atas tindakan agresif Amerika dan Israel.”

Presiden dalam percakapan telepon ini menambahkan, “Para agresor telah menargetkan hukum internasional dan supremasi hukum di dunia. Oleh karena itu semua pemerintah berkewajiban untuk memberikan respons tegas terhadap agresi militer ini.”

Pezeshkian, dengan mengkritik kinerja Uni Eropa terkait pelanggaran hukum terang-terangan oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis, menegaskan, “Sementara segelintir negara Eropa memiliki sikap yang bertanggung jawab, banyak juga yang mengambil pendekatan pasif dan bahkan memihak terhadap agresi dan kejahatan yang dilakukan ini, termasuk pembunuhan anak-anak dan serangan terhadap infrastruktur Iran, yang sama sekali tidak dapat diterima.”

Pezeshkian, dengan menekankan hak alamiah Iran untuk membela diri, menyatakan, “Iran tidak ingin memperluas ketegangan dan perang di wilayah, tetapi tidak ada keraguan dalam membela kepentingan dan keamanan nasional, integritas teritorial, dan kedaulatan nasionalnya.”

“Tindakan-tindakan Iran di kawasan merupakan respons terhadap penggunaan wilayah dan fasilitas negara-negara kawasan oleh musuh, dan kami tidak memiliki permusuhan apa pun dengan tetangga-tetangga kami,” imbuhnya.

Presiden Iran, dengan menolak segala bentuk campur tangan asing dalam pengaturan Selat Hormuz, menambahkan, “Ketidakamanan yang ada di Selat Hormuz adalah hasil langsung dari agresi militer Amerika Serikat dan rezim Zionis, dan secara alami kapal-kapal permusuhan dan pihak-pihak yang berpartisipasi dalam agresi tidak dapat menggunakan jalur air ini untuk melanjutkan serangan mereka terhadap Iran, dan keputusan ini berdasarkan hukum internasional.”

Di sisi lain, Presiden Finlandia dalam percakapan ini, dengan menyatakan keprihatinan atas situasi yang ada, menekankan pentingnya penggunaan diplomasi untuk menghentikan perang dan menyatakan kesiapan negaranya untuk memberikan bantuan apa pun dalam hal ini.(sl)