Ghalibaf: Prioritas Iran, Penguatan Hubungan dengan Tetangga dan Dunia Islam
https://parstoday.ir/id/news/iran-i188350-ghalibaf_prioritas_iran_penguatan_hubungan_dengan_tetangga_dan_dunia_islam
Pars Today - Ketua Parlemen Republik Islam Iran mengatakan, “Republik Islam Iran tidak memiliki ancaman apa pun terhadap kawasan dan selalu mengulurkan tangan persahabatan dan persaudaraan kepada tetangga dan bangsa-bangsa Muslim lainnya, serta selalu memprioritaskan penguatan hubungan dengan negara-negara tetangga dan dunia Islam.”
(last modified 2026-04-05T23:44:38+00:00 )
Apr 05, 2026 09:43 Asia/Jakarta
  • Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran
    Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran

Pars Today - Ketua Parlemen Republik Islam Iran mengatakan, “Republik Islam Iran tidak memiliki ancaman apa pun terhadap kawasan dan selalu mengulurkan tangan persahabatan dan persaudaraan kepada tetangga dan bangsa-bangsa Muslim lainnya, serta selalu memprioritaskan penguatan hubungan dengan negara-negara tetangga dan dunia Islam.”

Menurut laporan Pars Today mengutip IRNA Sabtu (04/04/2026) malam, Mohammad Bagher Ghalibaf dalam pesannya yang ditujukan kepada negara-negara Islam di kawasan dan disiarkan melalui jaringan Al Jazeera Qatar menambahkan, “Pesan ini ditujukan kepada negara-negara Islam di kawasan dan ditulis pada minggu kelima Perang Ramadan. Sebuah perang yang tidak dipilih atau dimulai oleh Republik Islam Iran, tetapi hari ini telah menjadi simbol ketahanan para pencinta kebebasan, pendukung kemerdekaan, dan penentang dominasi di dunia.”

Ia menambahkan, “Ini adalah perang yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis, tidak hanya terhadap Iran tercinta kita, tetapi juga terhadap keamanan kawasan dan ide persatuan dan persaudaraan Islam.”

Ketua Parlemen Iran melanjutkan, “Pada kesempatan ini, saya merasa perlu untuk menyampaikan beberapa poin mengenai konspirasi Israel-Amerika ini, masa depan kawasan, dan posisi ide persatuan Islam. Republik Islam Iran selalu memprioritaskan penguatan hubungan dengan negara-negara tetangga dan dunia Islam. Iran tidak memiliki ancaman apa pun terhadap kawasan dan selalu mengulurkan tangan persahabatan dan persaudaraan kepada tetangga dan bangsa-bangsa Muslim lainnya.”

Ghalibaf menyebut Kesepakatan Beijing antara Republik Islam Iran dan Kerajaan Arab Saudi sebagai contoh nyata dari pendekatan ini dan menambahkan, “Kesepakatan ini dikejar oleh para presiden Iran, Syahid Ayatullah Raisi dan Dr. Pezeshkian, dan juga mendapat dukungan serta persetujuan dari Pemimpin Besar Revolusi Islam yang syahid.”

“Selain itu, pertemuan langka Pemimpin Besar Revolusi yang syahid dengan Menteri Pertahanan Arab Saudi saat itu juga merupakan indikasi lain dari orientasi ini. Hubungan ini dibangun berdasarkan prinsip-prinsip persaudaraan, persatuan dunia Islam, dan ketidakpercayaan terhadap kekuatan-kekuatan arogan,” imbuhnya.

Ketua Parlemen Iran menegaskan, “Oleh karena itu, dalam perang sebelumnya, meskipun memiliki kemampuan untuk membebankan biaya besar kepada Amerika Serikat, Iran menahan diri dari memasuki perang regional untuk mencegah eskalasi konflik dan menjaga persatuan dunia Islam.”

“Pada saat yang sama, menurutnya, Republik Islam Iran, berdasarkan ajaran Al-Qur’an ‘Dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi’ (QS. Al-Anfal: 60), selalu menekankan bahwa pencapaian keamanan yang berkelanjutan memerlukan ketergantungan pada swasembada dan kemandirian strategis.”(sl)