Baghaei: Perang Menargetkan Identitas Bangsa Iran
-
Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kemenlu Iran
Pars Today - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran menyatakan, “Perang yang dipaksakan oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Iran adalah perang yang menargetkan eksistensi dan identitas Iran.
Menurut laporan Pars Today, Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kemenlu Iran dalam sebuah pesan di platform X tentang agresi militer Amerika dan rezim Zionis terhadap Republik Islam Iran menulis, “Apakah penyerangan terhadap sekolah, universitas, dan rumah sakit, serta ancaman untuk mengembalikan sebuah bangsa ke Zaman Batu, dapat ditafsirkan sebagai sesuatu selain permusuhan terhadap #Iran dan #Orang_Iran?!”
Ia menambahkan, “Terungkapnya niat jaha musuh, yang tidak lain adalah kebencian kecil dan bersejarah terhadap Iran dan rakyat Ira, yang tercermin dalam pernyataan tokoh-tokoh seperti Lindsey Graham dan Steve Bannon (dengan ungkapan seperti “perselisihan 2300 tahun” atau mengulang serangan Alexander ke Iran, serta sebagian pernyataan pejabat Amerika seperti menyebut bangsa Iran “gila”, “jahat”, atau “teroris” dan ancaman “mengembalikan ke Zaman Batu”, bersamaan dengan kejahatan luar biasa seperti serangan terhadap sekolah, rumah sakit, pusat layanan kesehatan seperti Institut Pasteur, universitas, situs dan warisan sejarah‑budaya، serta infrastruktur produksi telah memusnahkan keraguan akan substansi nyata dari perang ini.”
Ia mengatakan, “Perang yang dipaksakan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran tidak memiliki tujuan lain selain menghancurkan Iran dan rakyat Iran. Musuh menargetkan keseluruhan identitas, akar dan keberadaan tanah air ini dan penduduknya. Kita semuanya akan ditanya di hadapan hati nurani dan sejarah di hari-hari ini berdiri di mana.
Baghaei menegaskan bahwa bangsa Iran telah membuktikan memiliki tekad yang tak terkalahkan untuk membela tanah air dan kehormatan mereka serta menggagalkan musuh agresor.(sl)