Koalisi Baru Dipimpin Iran: Tatanan Timur Tengah Tanpa AS
https://parstoday.ir/id/news/iran-i190494-koalisi_baru_dipimpin_iran_tatanan_timur_tengah_tanpa_as
Pars Today - Situs berita Middle East Eye dalam sebuah opini yang ditulis oleh David Hearst, direktur eksekutif portal tersebut, menyatakan bahwa Tehran memegang seluruh "kartu as" dalam konflik Timur Tengah. Ia menulis: "Iran adalah pemenang perang ini, sementara Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, dan Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri (rezim) Israel, kini berada di ambang perhitungan ulang."
(last modified 2026-05-28T06:09:14+00:00 )
May 28, 2026 13:07 Asia/Jakarta
  • Laporan Middle East Eye dari Tehran
    Laporan Middle East Eye dari Tehran

Pars Today - Situs berita Middle East Eye dalam sebuah opini yang ditulis oleh David Hearst, direktur eksekutif portal tersebut, menyatakan bahwa Tehran memegang seluruh "kartu as" dalam konflik Timur Tengah. Ia menulis: "Iran adalah pemenang perang ini, sementara Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, dan Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri (rezim) Israel, kini berada di ambang perhitungan ulang."

Melansir IRNA pada dini hari Kamis, 28 Mei 2026, opini di Middle East Eye tersebut menyebutkan bahwa Iran memegang seluruh kartu kemenangan, mulai dari Selat Hormuz, kapabilitas drone dan rudal, hingga tuas-tuas lain seperti pengaruh di Bab Al-Mandab. Sebaliknya, Trump tidak memiliki kartu as sama sekali. Bertentangan dengan klaim awal, Amerika Serikat telah kalah dalam perang keenamnya di Timur Tengah dalam 25 tahun terakhir.

Inti Argumen David Hearst:

Iran pegang semua kartu as: Ini merupakan penegasan posisi tawar Tehran: kontrol jalur strategis plus kapabilitas militer.

Trump tak punya kartu kemenangan: Sebuah kritik terhadap strategi AS: klaim awal tidak sejalan dengan realitas lapangan.

Informasi palsu Mossad diterima mentah-mentah: Tuduhan kegagalan intelijen: AS dianggap terlalu bergantung pada sumber Israel.

Iran ubah keseimbangan kekuatan regional: Narasi pergeseran: Iran bukan lagi pihak yang ditekan, tetapi penentu arah.

Koalisi baru dipimpin Iran, Arab Saudi, Pakistan, Turki: Framing tatanan baru: aliansi regional tanpa dominasi Barat.

Poin-Poin Kunci Opini

Trump kali ini menerima informasi palsu dari Mossad tanpa pertanyaan. Netanyahu dan kepala Mossad menggambarkan pemerintah Iran begitu lemah, hingga menciptakan kesan bagi Presiden AS bahwa setelah pembunuhan (syahidnya) pemimpin Iran, pemerintahan negara itu hanya akan bertahan beberapa hari. Ini adalah kesalahan strategis terbesar yang dilakukan Trump.

Iran kini memiliki program rudal canggih, hubungan militer dan perdagangan yang kuat dengan Tiongkok, memperkuat Resistensi Palestina, Hizbullah, dan kelompok lainnya, serta mengendalikan Selat Hormuz dengan kuat.

Dalam konflik Timur Tengah terbaru, terbentuk dua koalisi: koalisi pemenang yang terdiri dari Iran, Arab Saudi, Pakistan, Turki, Qatar, Oman, dan Kuwait; serta koalisi yang gagal mencapai tatanan baru yang diinginkan AS, yaitu (rezim) Israel dan Uni Emirat Arab.

Upaya UEA untuk menyeret Arab Saudi ke dalam perang dengan Iran gagal, dan Riyadh tetap mempertahankan hubungannya dengan Tehran.

Pakistan muncul sebagai aktor baru dan kuat dalam konflik ini. Islamabad tampil sebagai mediator kunci. Reaksi awal UEA terhadap peran ini adalah permintaan pengembalian segera pinjaman 2 miliar dolar AS kepada Pakistan, tetapi Arab Saudi yang melunasi utang tersebut agar Pakistan dapat menyelesaikan pinjaman Abu Dhabi.

Pasca-konflik, Iran kini menjadi model perlawanan terhadap dominasi kolonial. Pesan Tehran kepada dunia Arab: dengan kemauan kuat dan daya tahan tinggi, kekuatan menengah Timur Tengah dapat melawan dominasi AS dan rezim Zionis dan menang.

Netanyahu, untuk menutupi kegagalan fatalnya di Iran, akan mengintensifkan serangan ke Lebanon dan Gaza. Namun, ia sedang menggali kubur politiknya sendiri. (Rezim) Israel akan keluar dari perang-perang ini tanpa mencapai satu pun tujuannya.

Gagasan kekalahan militer Iran telah kehilangan pendukung AS-nya. Sebagaimana perang dan genosida di Gaza mencabut dukungan rezim Zionis dari satu generasi penuh Yahudi Amerika, perang dengan Iran juga memberikan dampak serupa pada generasi tua Republikan pendukung Trump.

Tatanan baru AS-Israel di Timur Tengah telah gagal. Koalisi baru kekuatan regional (dipimpin Iran, Arab Saudi, Pakistan, dan Turki) sedang terbentuk. Pengaruh Tiongkok meningkat. Amerika Serikat telah menjadi 'negara pembangkang'. Dan Selat Hormuz akan selamanya berada di bawah kendali efektif Iran.(Sail)