Iran Kutuk Keras Ultimatum AS kepada Oman: Ini Pelanggaran Hukum Internasional
-
Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kemlu Iran
Pars Today - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran dengan tegas mengutuk retorika ancaman pejabat AS terhadap Kesultanan Oman.
Dilansir Pars Today, 29 Mei 2026, Esmaeil Baghaei hari Jumat (29/5) dini hari menyebut ancaman Menteri Keuangan AS untuk menjatuhkan sanksi terhadap Oman, menyusul ancaman sebelumnya untuk "menghancurkan" Oman, sebagai upaya pemerasan terhadap negara berdaulat anggota PBB, dan sebagai bukti lain dari kebangkrutan moral sistem pemerintahan dan politik AS.
Jubir Kemlu Iran menekankan bahwa mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap Oman dengan dalih palsu adalah tindakan yang sepenuhnya ilegal dan bertentangan dengan prinsip dasar Piagam PBB dan hukum internasional.
Ia menyerukan komunitas internasional untuk memberikan respons yang bertanggung jawab terhadap pendekatan ini, mencegah normalisasi pelanggaran norma-norma hukum internasional yang semakin meningkat.
Iran dengan cepat membela Oman, sekutu kunci di seberang Selat Hormuz, setelah ancaman AS yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tehran mengecam tindakan Washington sebagai "pemerasan" dan "kebangkrutan moral", memperkuat persepsi bahwa AS semakin terisolasi. Ini menunjukkan bahwa Iran melihat ancaman terhadap Oman sebagai ancaman terhadap stabilitas strategis di Teluk.
Dari 'menghancurkan' hingga 'sanksi', AS terus menggertak. Namun Iran mengingatkan: Oman bukanlah target yang mudah. Ancaman terhadap Muscat adalah ancaman terhadap stabilitas selat. Saat Washington menunjukkan giginya, Tehran mengingatkan dunia bahwa 'kebangkrutan moral' adalah hadiah yang akan mereka petik dari kekacauan ini.(Sail)