Iran-Vietnam Sepakat Kembangkan Kerja Sama Teknologi Informasi dan AI
https://parstoday.ir/id/news/iran-i190828-iran_vietnam_sepakat_kembangkan_kerja_sama_teknologi_informasi_dan_ai
Pars Today – Kepala Institut Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) Republik Islam Iran dan Duta Besar Vietnam untuk Tehran sepakat untuk mengembangkan kerja sama di bidang teknologi informasi, komunikasi, dan kecerdasan buatan (AI).
(last modified 2026-06-02T12:58:40+00:00 )
Jun 02, 2026 19:55 Asia/Jakarta
  • Iran-Vietnam
    Iran-Vietnam

Pars Today – Kepala Institut Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) Republik Islam Iran dan Duta Besar Vietnam untuk Tehran sepakat untuk mengembangkan kerja sama di bidang teknologi informasi, komunikasi, dan kecerdasan buatan (AI).

Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRNA, Mohammad Hossein Sheikhi, Kepala Institut Penelitian ICT Iran, dan Nguyen Luong Ngoc, Duta Besar Vietnam untuk Iran, dalam pertemuan mereka membahas potensi kerja sama di bidang teknologi informasi, komunikasi, dan kecerdasan buatan. Kedua pihak menekankan pentingnya pertukaran informasi teknis, pembangunan hubungan antara pusat-pusat penelitian kedua negara, serta penyusunan nota kesepahaman (MoU) kerja sama.

 

Dalam pertemuan tersebut, Mohammad Hossein Sheikhi menyoroti berbagai kemampuan dan kapasitas Institut Penelitian ICT Iran serta menyatakan kesiapan lembaganya untuk memperluas kerja sama ilmiah dan penelitian dengan institusi serupa di Vietnam.

 

Sementara itu, Nguyen Luong Ngoc menyambut baik usulan peningkatan kerja sama penelitian dengan Iran. Ia menyatakan bahwa informasi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut akan diteruskan kepada pihak terkait di Vietnam dan akan diupayakan penunjukan penghubung khusus di bidang teknologi informasi dan komunikasi guna memfasilitasi komunikasi langsung antara lembaga-lembaga spesialis kedua negara.

 

Duta Besar Vietnam tersebut menambahkan bahwa langkah awal yang perlu dilakukan adalah memperdalam pemahaman kedua pihak mengenai kapasitas dan tingkat perkembangan masing-masing negara. Menurutnya, pertukaran informasi mengenai perkembangan kecerdasan buatan, produk-produk teknologi yang dapat ditawarkan, serta kemampuan inovasi dan teknologi yang dimiliki masing-masing pihak dapat menjadi dasar bagi terbentuknya kerja sama yang lebih konkret dan operasional di masa mendatang.