Ulama Sunni Iran Tegaskan Persatuan Islam dan Kelanjutan Jalan Imam Khomeini ra
https://parstoday.ir/id/news/iran-i190932-ulama_sunni_iran_tegaskan_persatuan_islam_dan_kelanjutan_jalan_imam_khomeini_ra
Mamosta Jamal Karimi, Imam salat Jumat Ahlusunah di Provinsi Kurdistan, Iran bagian barat, dengan menekankan pentingnya persatuan Syiah dan Sunni, menyatakan bahwa prinsip-prinsip pemikiran dan politik Imam Khomeini ra merupakan faktor penguat solidaritas umat Islam.
(last modified 2026-06-04T13:49:35+00:00 )
Jun 04, 2026 20:47 Asia/Jakarta
  • Mamosta Jamal Karimi, Imam salat Jumat Ahlusunah di Baneh, Provinsi Kurdistan, Iran.
    Mamosta Jamal Karimi, Imam salat Jumat Ahlusunah di Baneh, Provinsi Kurdistan, Iran.

Mamosta Jamal Karimi, Imam salat Jumat Ahlusunah di Provinsi Kurdistan, Iran bagian barat, dengan menekankan pentingnya persatuan Syiah dan Sunni, menyatakan bahwa prinsip-prinsip pemikiran dan politik Imam Khomeini ra merupakan faktor penguat solidaritas umat Islam.

Imam Salat Jumat Sunni di Baneh itu juga menilai bahwa menghadapi upaya perpecahan, hegemoni, dan mendukung cita-cita dunia Islam termasuk di antara tuntutan terpenting bagi kaum Muslimin saat ini.

Parstoday – Seperti dilansir Fars, Mamosta Karimi menyinggung menyinggung upaya musuh-musuh Islam dalam menciptakan perpecahan mazhab, etnis, dan politik. Dia mengatakan, "Musuh dengan memanaskan perbedaan-perbedaan ini berupaya melemahkan kekuatan umat Islam." Ia menambahkan bahwa persatuan Syiah dan Sunni, yang merupakan salah satu rekomendasi strategis Imam Khomeini ra, adalah sebuah keharusan peradaban bagi kekuatan dan kewibawaan umat Islam.

Sementara itu, Mamosta Jalal Moradi, Imam Salat Jumat Ahlusunah di Divandarreh, Provinsi Kurdistan, juga menyebut bahwa prinsip-prinsip pemikiran Imam Khomeini ra berlandaskan tauhid, keadilan, akhlak, dan universalitas Islam. Dia mengatakan bahwa politik ilahiah yang beliau maksudkan tidak hanya memenuhi kebutuhan material masyarakat, tetapi juga mengupayakan pertumbuhan spiritual dan kebahagiaan ukhrawi manusia.

Di sisi lain, Mamosta Abdussalam Mohammadi, Imam Salat Jumat Ahlusunah di Dehgolan, Provinsi Kurdistan, dengan merujuk pada pemikiran pendiri Republik Islam Iran, menegaskan, Imam Khomeini ra dengan menekankan persatuan, perlawanan terhadap hegemoni global, dukungan terhadap rakyat Palestina, dan penyebaran budaya kehormatan dan kemandirian, telah meletakkan jalan yang jelas di hadapan bangsa Iran dan umat Islam.

Selain itu, Mamosta Mohammad Ali Foroutani, Imam Salat Jumat Ahlusunah di Muchesh, menyebut Idul Ghadir Khum sebagai kesempatan untuk memperkuat solidaritas kaum Muslimin. Dia mengatakan,Kaum Muslimin, baik Syiah maupun Sunni, harus mendukung wilayah (kepemimpinan) agar berbagai konspirasi musuh dapat digagalkan.

Mamosta Molla Mohammad Mahmoudi, salah seorang ulama Ahlusunah Iran, juga mengatakan, Imam Khomeini ra memandang keamanan sebagai salah satu nikmat terbesar dari Allah SWT dan sebagai kebutuhan terpenting bagi setiap masyarakat Islam. Dan pada masa kini, aparat kepolisian berada di garis depan dalam menjaga keamanan, kenyamanan, dan ketenteraman masyarakat. (RA)