Rudal 358 'Pembunuh Senyap' yang Memburu Semua Pesawat Musuh!
-
Rudal 358
Pars Today - Pertahanan berbasis drone adalah konsep pertahanan yang sepenuhnya baru di mana gabungan kemampuan drone dan rudal digunakan untuk memburu target.
Menurut laporan Pars Today, rudal 358 dianggap sebagai rudal pertahanan berbasis drone pertama di dunia, yang sebenarnya adalah amunisi patroli (loitering munition) pertahanan udara di mana gabungan kemampuan drone dan rudal digunakan. Fitur-fitur unik dari rudal ini sedemikian rupa sehingga telah menciptakan konsep baru dalam kategori rudal pertahanan udara. Tanggal masuk layanan rudal ini adalah 2016 hingga 2019.
Iran adalah penyedia pertama sistem semacam ini secara praktis dan di medan perang. Berdasarkan bukti yang ada, sistem ini untuk pertama kalinya digunakan secara lapangan oleh militer Yaman (Gerakan Ansarullah). Rudal patroli 358 memiliki catatan gemilang dalam menembak jatuh drone Amerika dan Israel di kawasan.
Gambaran Umum
Rudal 358 memiliki badan silindris dengan diameter 150 milimeter dan panjang 2,7 meter, dan di bagian hidungnya dilengkapi dengan pencitra inframerah (Imaging Infrared/IIR) untuk menemukan dan mengunci target. Jarak antara ujung sayap rudal ini kira-kira 1 meter.
Setelah kamera, terdapat sensor murang proksimitas (proximity fuze) laser 360 derajat, dan setelah sensor jarak, terdapat hulu ledak fragmentasi (peledak tinggi) seberat 10 kilogram dengan radius efek 30 meter. Jangkauan patroli rudal 358 hingga 100 kilometer, langit-langit terbangnya setara 8500 meter, dan kecepatannya 700 kilometer per jam. Berat total rudal adalah 58 kilogram. Rudal ini dapat ditembakkan dari peluncur sederhana seperti drone bunuh diri. Juga, untuk siluman yang lebih besar, peluncur truk juga dikembangkan untuk rudal ini.
Komponen Berbeda
Di bagian depan rudal, setelah hulu ledak, terdapat empat sirip depan (canard) yang bergerak, yang digunakan untuk mengarahkan rudal dan berputar di sekitar sumbu pusat. Keempat sirip ini dalam penampilan dan fungsi mirip dengan sirip rudal R-27. Sirip yang sempit dan tajam, yang semakin melebar ke arah ujung. Sirip ini cukup besar sehingga dapat memasok sebagian dari gaya angkat (lift) yang dibutuhkan.
Di samping sirip pemandu (canard) yang besar, terdapat empat sirip segitiga yang sangat kecil yang dipasang untuk menstabilkan aliran udara pada putaran yang sangat cepat yang mengganggu keseimbangan.
Di bagian tengah rudal, terdapat peralatan panduan inersia (INS) dan komputer rudal. Juga, mengingat penempatan antena di bagian tengah rudal, peralatan komunikasi juga terletak di bagian ini.
Di bagian tengah dan menuju ujung rudal, terdapat empat sirip tetap besar yang bertugas menghasilkan gaya angkat (lift). Tangki bahan bakar rudal juga terletak di bagian ini.
Di bagian ekor rudal, terdapat empat sirip stabilisator tetap kecil dan mesin mini jet rudal. Untuk mesin, empat saluran masuk udara dibuat cekung pada badan.
Rudal ini tidak memiliki kemampuan lepas landas secara independen, akibatnya, di bagian bawah rudal 358, sebuah booster roket dipasang untuk membantu lepas landas awal rudal ini.
Mesin yang digunakan pada rudal 358 adalah tipe Titan, yang memiliki diameter 147 milimeter, panjang 385 milimeter, berat 3645 gram tanpa starter dan dengan starter berat 5211 gram. Mesin ini memiliki daya dorong (thrust) 392 Newton setara dengan 88,12 pon gaya, dan konsumsi bahan bakar 43,3 gram per kilonewton per detik.
Tidak ada bukti tentang kemungkinan pemulihan rudal ini setelah ditembakkan; oleh karena itu, penggunaan rudal ini sebagai loitering munition hanya dilakukan di tempat-tempat dengan kemungkinan tinggi kehadiran pesawat musuh. Dalam kasus lain, rudal 358 disimpan dalam keadaan siap tembak, dan pencarian target dilakukan oleh kamera pengintai dan radar.
Salah satu hal yang sangat menarik tentang sirip rudal ini adalah bahwa ia menawarkan kemampuan personalisasi yang sangat tinggi kepada pengguna. Rudal 358 dalam konfigurasi penuh memiliki 16 sirip besar dan kecil, dan pengguna dapat mengurangi atau menambah sirip sesuai kebutuhan dan kondisi lapangan, atau mengubah lokasi pemasangan sirip utama pada rudal. Fleksibilitas tinggi ini meningkatkan kemampuan manuver dan kegunaan rudal 358.
Cara Kerja
Pertahanan berbasis drone 358 terdiri dari dua bagian utama: rudal 358 dan kamera pencari termal. Sistem ini dapat digunakan dalam dua cara.
Cara pertama adalah kamera termal pencari di permukaan tanah mencari target seperti drone dan helikopter untuk kemudian diperkenalkan ke rudal 358. Radar juga, sebagai elemen pendukung sistem, dapat menentukan arah pencarian untuk kamera permukaan tanah. Setelah target ditemukan, rudal 358 ditembakkan dan bergerak menuju target, dan pada tahap akhir, dengan pencitra termalnya, mengunci target dan menyerangnya.
Cara kedua adalah rudal 358 berpatroli di langit lingkungan pertempuran di mana kemungkinan keberadaan helikopter dan drone tinggi. Drone ini, dengan berpatroli di lingkungan pertempuran yang penuh ketegangan, mencari target yang telah dimasukkan ke dalam komputernya sebelumnya, seperti helikopter dan drone. Dalam mode ini, rudal 358 dapat bertindak sepenuhnya independen berdasarkan informasi yang dimuat ke dalam komputernya, atau dapat menerima informasi tentang arah target dari pengguna, dan setelah memperoleh target, menguncinya dan menyerangnya. (MF)