Ghalibaf & Araghchi di Jenewa: "Kami Belum Puas, Pasal Pertama Gencatan Senjata Masih Diabaikan"
-
Tim perundingan Iran tiba di Jenewa
Pars Today - Tim perunding Republik Islam Iran, dipimpin oleh Mohammad Bagher Ghalibaf, tiba di Swis pada Sabtu (20/6) malam waktu setempat untuk menindaklanjuti pelaksanaan komitmen pihak lain (AS) dalam Nota Kesepahaman Islamabad.
Melansir IRNA, 21 Juni 2026, Pars Today melaporkan bahwa tim Iran akan, dalam pembicaraan mendatang, menindaklanjuti pelaksanaan komitmen yang tertuang dalam kesepakatan Iran-AS.
Tim yang dikirim Iran ke Swiss terdiri dari:
Mohammad Bagher Ghalibaf (Ketua Tim)
Sayid Abbas Araghchi (Menteri Luar Negeri)
Ali Bagheri Kani (Wakil Internasional Sekretariat Dewan Tinggi Keamanan Nasional)
Abdolnasser Hemmati (Gubernur Bank Sentral)
Hamid Boud (Wakil Menteri Perminyakan & Kepala Perusahaan Minyak Nasional Iran)
Kazem Gharibabadi (Wakil Menteri Urusan Hukum & Internasional)
Esmaeil Baghaei (Juru Bicara Kementerian Luar Negeri)
Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, sebelum keberangkatan tim menekankan bahwa kunjungan ini bukan berarti dimulainya babak kedua negosiasi untuk mencapai kesepakatan final. Tujuan utamanya adalah menuntut pelaksanaan komitmen pihak lain.
Baghaei mengatakan, "Setiap kesepakatan dan persetujuan diuji saat pelaksanaannya. Mengingat pengalaman kami dengan pengingkaran janji pihak lain, kami harus sangat tegas dan serius dalam menuntut pelaksanaan di tahap ini."
Baghaei menambahkan bahwa dimulainya negosiasi untuk kesepakatan final bergantung pada pelaksanaan komitmen dalam Pasal 1, 4, 5, 10, dan 11 dari nota kesepahaman, dan Republik Islam Iran sejauh ini belum menyaksikan pelaksanaan penuh dari komitmen-komitmen tersebut.
Jubir Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, merujuk pada kelanjutan serangan rezim Zionis ke Lebanon, menegaskan bahwa AS berkewajiban untuk memaksa rezim tersebut menghentikan api, tetapi gagal dalam memenuhi kewajiban ini dan situasi ini merupakan pelanggaran jelas terhadap kesepakatan gencatan senjata.
Nota Kesepahaman Islamabad sebelumnya telah ditandatangani secara elektronik oleh para presiden Iran dan AS, dan Tehran telah mengumumkan bahwa pelaksanaannya akan didasarkan pada prinsip "komitmen sebanding dengan komitmen" (ta'ahhod dar barabar-e ta'ahhod).
Sementara itu, Shehbaz Sharif (Perdana Menteri) dan Field Marshal Syed Asim Munir (Panglima Angkatan Darat Pakistan) juga berangkat ke Swis untuk menghadiri perundingan teknis antara Republik Islam Iran dan AS.
Perundingan teknis antara Republik Islam Iran dan AS, dengan mediasi dari Pakistan dan Qatar, akan berlangsung pada hari Minggu (21/6) di Swis.
Kedatangan tim perunding Iran ke Swiss dengan agenda "menuntut" (bukan "bernegosiasi") ini adalah langkah diplomasi yang sangat terukur. Iran secara eksplisit mengatakan: "Kami tidak datang untuk membahas masa depan; kami datang untuk memastikan bahwa masa lalu dihormati."(Sail)