Ghalibaf: Negara-negara Islam harus Mengambil Pelajaran dari Perang Terbaru
https://parstoday.ir/id/news/iran-i192044-ghalibaf_negara_negara_islam_harus_mengambil_pelajaran_dari_perang_terbaru
Pars Today - Ketua Majelis Syura Islam Iran (parlemen), seraya menekankan bahwa persatuan di antara negara-negara Islam adalah penting dan tidak terelakkan, mengatakan: "Negara-negara Islam harus mengambil pelajaran dari pengalaman perang terbaru."
(last modified 2026-06-25T06:01:02+00:00 )
Jun 25, 2026 12:59 Asia/Jakarta
  • Bagher Ghalibaf
    Bagher Ghalibaf

Pars Today - Ketua Majelis Syura Islam Iran (parlemen), seraya menekankan bahwa persatuan di antara negara-negara Islam adalah penting dan tidak terelakkan, mengatakan: "Negara-negara Islam harus mengambil pelajaran dari pengalaman perang terbaru."

Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRNA, Sahiba Gafarova, Ketua Majelis Nasional Republik Azerbaijan, pada hari Rabu (24/6) di sela-sela pertemuan ke-20 Persatuan Parlemen Negara-negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam (PUIC), bertemu dan berdialog dengan Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Majelis Syura Islam Iran.

 

Ghalibaf dalam pertemuan ini, seraya menekankan bahwa persatuan di antara negara-negara Islam adalah penting dan tidak terelakkan, menegaskan: "Untungnya, hubungan antara kedua negara telah berkembang dalam beberapa bulan terakhir, dan saya berharap tren ini terus meluas."

 

Ia, merujuk pada penggunaan tanah dan udara beberapa negara oleh musuh terhadap Republik Islam Iran, mengatakan: "Sekarang, pengalaman perang ini ada di depan mata semua orang, dan semua harus mengambil pelajaran darinya."

 

Ghalibaf, dengan menekankan perlunya mengembangkan hubungan di bidang parlementer, mendoakan keberhasilan dan kesuksesan bagi Republik Azerbaijan dalam menyelenggarakan pertemuan konferensi PUIC.

 

Sahiba Gafarova, Ketua Majelis Nasional Republik Azerbaijan, juga dalam pertemuan ini menekankan perlunya menindaklanjuti proyek-proyek bilateral dan menuntut peningkatan hubungan parlementer dan kelompok-kelompok persahabatan.

 

Ia selanjutnya menegaskan bahwa mereka tidak akan mengizinkan penggunaan wilayah Republik Azerbaijan terhadap negara-negara tetangga, terutama Iran. (MF)