"Selamat Tinggal, Pemimpin": Iran Berduka di Hari Perpisahan Bersejarah
https://parstoday.ir/id/news/iran-i192482-selamat_tinggal_pemimpin_iran_berduka_di_hari_perpisahan_bersejarah
Pars Today - Bersamaan dengan diselenggarakannya upacara perpisahan untuk Pemimpin Syahid, sejak dini hari Sabtu, 4 Juli 2026, rakyat telah berkumpul di Mosalla Imam Khomeini Tehran untuk memberikan penghormatan terakhir dan mengucapkan selamat tinggal kepada jenazah sucinya. Kehadiran yang luar biasa ini telah memenuhi ruang Mosalla Bozorg dengan kesedihan, duka, dan perpisahan yang bersejarah.
(last modified 2026-07-04T04:35:53+00:00 )
Jul 04, 2026 11:19 Asia/Jakarta
  • Warga Iran memadati Mosalla Tehran untuk mengucapkan perpisahan dengan Pemimpin Syahid
    Warga Iran memadati Mosalla Tehran untuk mengucapkan perpisahan dengan Pemimpin Syahid

Pars Today - Bersamaan dengan diselenggarakannya upacara perpisahan untuk Pemimpin Syahid, sejak dini hari Sabtu, 4 Juli 2026, rakyat telah berkumpul di Mosalla Imam Khomeini Tehran untuk memberikan penghormatan terakhir dan mengucapkan selamat tinggal kepada jenazah sucinya. Kehadiran yang luar biasa ini telah memenuhi ruang Mosalla Bozorg dengan kesedihan, duka, dan perpisahan yang bersejarah.

Melansir IRNA, 4 Juli 2026, Pars Today melaporkan bahwa akhirnya hari perpisahan tiba. Kami tidak pernah percaya bahwa akan tiba hari di mana kami harus berduka untuk Pemimpin Besar Revolusi, tetapi apa yang seharusnya tidak terjadi telah terjadi, dan kami menyaksikan apa yang tidak kami duga.

Hari ini, sebuah bangsa harus mengucapkan selamat tinggal kepada Imamnya, harus menerima bahwa semuanya telah berakhir. Iran telah berduka, dan tidak ada obat untuk hati yang terluka ini.

Sejak dini hari Sabtu, 4 Juli 2026, rakyat telah berbondong-bondong di jalan-jalan di sekitar Mosalla Bozorg Tehran menuju lokasi upacara perpisahan untuk Pemimpin Syahid Iran.

Mosalla Bozorg Tehran, sejak menit-menit pertama dini hari Sabtu, 4 Juli 2026, telah menyaksikan kehadiran besar-besaran rakyat, yang siap untuk mengucapkan selamat tinggal terakhir segera setelah jenazah sucinya tiba.

Setiap saat, kerumunan massa bertambah, dan rakyat dengan semangat dan antusiasme yang luar biasa memasuki Mosalla untuk mengucapkan selamat tinggal terakhir kepada pemimpin mereka.

Sekarang, Mosalla Bozorg Tehran berkabung karena kehilangan Pemimpin Syahid, dan semua orang, yang diliputi duka, menunggu kedatangan jenazah suci.

Semua persiapan yang diperlukan, kesehatan, medis, dan kesejahteraan, telah disediakan untuk menyambut kerumunan besar para pelayat, dan semuanya berjalan dengan baik dan teratur.

Jenazah suci Pemimpin Syahid dan keluarganya akan segera ditempatkan di lokasi agar para pelayat dapat mengucapkan selamat tinggal terakhir.

Hari ini adalah hari yang paling menyedihkan dalam sejarah Iran modern. Sebuah bangsa yang telah kehilangan pemimpinnya selama lebih dari tiga dekade sekarang harus mengucapkan selamat tinggal. Air mata, ratapan, dan kesedihan memenuhi jalan-jalan Tehran, tetapi juga ada rasa syukur atas warisan yang ditinggalkan.

Jutaan orang diperkirakan akan hadir dalam upacara perpisahan ini, menjadikannya salah satu pertemuan terbesar dalam sejarah manusia. Kerumunan yang luar biasa ini adalah bukti cinta dan pengabdian rakyat Iran kepada pemimpin mereka, dan juga merupakan tampilan kekuatan dan persatuan nasional.

Kepergian Ayatullah Khamenei menandai akhir dari sebuah era dalam sejarah Iran. Ia telah memimpin negara ini melalui masa-masa sulit, termasuk perang, sanksi, dan tekanan internasional. Kini, Iran harus melanjutkan perjalanannya tanpa dia, tetapi warisan dan visinya akan terus membimbing negara ini untuk generasi mendatang.(Sail)