Gharibabadi: Iran Bukan Pencetus Perang, Tapi Akan Merespons Setiap Agresi
https://parstoday.ir/id/news/iran-i198694-gharibabadi_iran_bukan_pencetus_perang_tapi_akan_merespons_setiap_agresi
Pars Today - Wakil Menteri Luar Negeri Iran mengatakan: Dalam menghadapi agresi, Iran telah menggunakan hak bawaan untuk membela diri sesuai Pasal 51 Piagam. Iran bukanlah pencetus perang, tetapi setiap agresi akan dihadapi dengan respons tegas dari Iran.
(last modified 2026-10-15T13:09:51+00:00 )
Okt 15, 2026 20:07 Asia/Jakarta
  • Kazem Gharibabadi
    Kazem Gharibabadi

Pars Today - Wakil Menteri Luar Negeri Iran mengatakan: Dalam menghadapi agresi, Iran telah menggunakan hak bawaan untuk membela diri sesuai Pasal 51 Piagam. Iran bukanlah pencetus perang, tetapi setiap agresi akan dihadapi dengan respons tegas dari Iran.

Menurut laporan Pars Today yang dikutip dari Kantor Berita IRIB; Kazem Gharibabadi, Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional, pada hari Kamis dalam KTT Para Pemimpin Konferensi Interaksi dan Tindakan Pembangunan Kepercayaan di Asia (CICA) menjelaskan posisi Iran tentang perkembangan regional dan internasional.

 

Ia mengatakan: Republik Islam Iran menjadi sasaran serangan-serangan militer; serangan-serangan yang merupakan pelanggaran nyata terhadap kedaulatan nasional dan integritas teritorial Iran dan bertentangan dengan prinsip-prinsip fundamental hukum internasional, hukum humaniter internasional, dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sejak 28 Februari hingga sekarang, bangsa Iran untuk kedua kalinya dalam 16 bulan terakhir, menghadapi agresi militer dan ilegal Amerika serta rezim Zionis; agresi yang dimulai di tengah negosiasi diplomatik yang intensif.

 

Gharibabadi menambahkan: Pada hari pertama agresi ini, Pemimpin Revolusi Islam gugur sebagai syahid dan banyak warga negara Iran, termasuk 168 siswa tak bersalah sekolah Shajareh Tayyibeh di Minab, Iran selatan, kehilangan nyawa. Fasilitas nuklir damai yang berada di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional serta infrastruktur vital sipil Iran menjadi sasaran serangan.

 

Wakil Menteri Luar Negeri Iran menegaskan: Amerika dan rezim Zionis adalah sumber terbesar ketidakamanan dan pelanggaran hukum di dunia. Jika masyarakat internasional hari ini tidak menghentikan mereka, agresi mereka akan meluas ke seluruh negara merdeka.

 

Ia dengan merujuk pada bahwa sumber terpenting ketidakamanan dan ketidakstabilan di Asia, khususnya di kawasan Asia Barat, adalah rezim Zionis, mengatakan: Telah tiba waktunya bagi rezim ini untuk dikeluarkan dari mekanisme CICA.

 

Gharibabadi menekankan: Republik Islam Iran selalu menginginkan hubungan terbaik dengan tetangga-tetangganya dan akan terus demikian. Di sisi lain, tidak ada negara yang boleh menyerahkan wilayahnya untuk melakukan serangan bersenjata terhadap Iran kepada para agresor. Secara alami, Iran berhak mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk membela diri dan menghadapi ancaman-ancaman serta sumbernya.

 

Ia tentang Selat Hormuz menekankan bahwa jalur perairan ini selama beberapa dekade terbuka tanpa masalah apa pun. Sumber masalah yang ada harus dicari dalam agresi militer terhadap Republik Islam Iran dan blokade laut Iran. Keamanan pelayaran tidak terpisah dari keamanan negara-negara pesisir. Tidak dapat berbicara tentang kebebasan pelayaran dan pada saat yang sama mengabaikan keamanan negara-negara pesisir. Tidak dapat berbicara tentang keamanan Hormuz dan menganggap kehadiran kekuatan militer asing yang meningkat sebagai hal yang normal. Satu-satunya solusi praktis untuk menegakkan ketertiban dan perdamaian di kawasan serta kembalinya lintasan pelayaran yang aman dan selamat di Selat Hormuz, termasuk di antaranya penghentian permanen agresi dan perang, pencabutan penuh blokade laut dan sanksi terhadap Iran, dan penghormatan terhadap kedaulatan serta integritas teritorial Iran. (MF)