Baghaei: Inggris Berperan Sulut Instabilitas Asia Barat
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, menanggapi pernyataan Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband, menulis bahwa pemerintah Inggris tidak dapat menutupi perannya yang merusak dalam menciptakan ketidakamanan di Asia Barat dengan mengalihkan kesalahan dan memutarbalikkan fakta.
Menurut Pars Today, mengutip Kantor Berita IRIB, Ismail Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, menanggapi pernyataan Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband yang menyebut tindakan defensif Iran sebagai “agresi”. Dalam unggahannya di media sosial, ia menulis, “Kekacauan yang melanda kawasan kita merupakan akibat dari intervensi ilegal, termasuk intervensi yang didukung atau melibatkan Inggris.”
Ia menambahkan, “Menteri Luar Negeri Inggris menyebut Iran sebagai ‘agresor’, padahal dalam kurun waktu hanya sembilan bulan, Iran telah dua kali menjadi sasaran agresi militer, bahkan ketika perundingan diplomatik sedang berlangsung. Pernyataan tersebut merupakan pemutarbalikan fakta yang memalukan dan secara terang-terangan menukar posisi agresor dengan korban.”
Baghaei menegaskan, “Sikap ini menjadi babak baru dalam catatan panjang tindakan permusuhan Inggris terhadap bangsa Iran. Sikap Inggris terhadap Iran ini sama saja dengan menyebut Jerman Nazi sebagai ‘pembela perdamaian’ dan melabeli Inggris beserta sekutu-sekutunya dalam Perang Dunia II sebagai ‘agresor’!”