Salehi: Industri Nuklir, Simbol Strategis Iran dan Rusia
https://parstoday.ir/id/news/iran-i20182-salehi_industri_nuklir_simbol_strategis_iran_dan_rusia
Kepala Badan Energi Atom Iran, AEOI mengatakan, industri nuklir telah berubah menjadi sebuah simbol strategis antara Iran dan Rusia.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Sep 10, 2016 13:55 Asia/Jakarta
  • Ali Akbar Salehi, Ketua Badan Energi Nuklir Iran
    Ali Akbar Salehi, Ketua Badan Energi Nuklir Iran

Kepala Badan Energi Atom Iran, AEOI mengatakan, industri nuklir telah berubah menjadi sebuah simbol strategis antara Iran dan Rusia.

IRNA (10/9) melaporkan, Ali Akbar Salehi, Kepala Badan Energi Atom Iran, Sabtu (10/9) dalam jumpa pers di sela acara dimulainya pembangunan reaktor nuklir kedua dan ketiga Bushehr, Selatan Iran menuturkan, hubungan Iran dan Rusia sedang mengalami perluasan, dan pejabat senior Iran menekankan peningkatan interaksi global khususnya dengan Rusia.

Salehi juga menilai Rencana Aksi Komprehensif Bersama, JCPOA dapat memuluskan jalan pembangunan reaktor-reaktor nuklir baru di Iran dan mengatakan bahwa unit pertama reaktor nuklir Bushehr diserahkan sepenuhnya kepada para ilmuwan Iran.

Ia menjelaskan, dengan interaksi konstruktif yang dibangun Iran, terbuka peluang bagi peningkatan efektivitas beragam dimensi energi damai nuklir dalam kerangka pasal perlindungan dan sesuai dengan NPT.

Menurut Kepala Badan Energi Atom Iran, produksi bersama bahan bakar dan isotope-isotope stabil di Iran merupakan program kolektif lain antara Iran dan Rusia.

"Pembangunan unit-unit baru reaktor nuklir dengan level nuklir tertinggi, selain membantu menyediakan energi dan menjaga sumber-sumber alam, juga menyebabkan penghematan di sumber-sumber minyak setara dengan 22 juta barel minyak mentah dan akan mencegah penyebaran 14 juta ton polutan di lingkungan hidup," ujarnya.

Peresmian pembangunan unit-unit 2 dan 3 reaktor nuklir Bushehr dilaksanakan hari ini, Sabtu (10/9) dengan dihadiri oleh Eshaq Jahangiri, Wakil Pertama Presiden Iran, Ali Akbar Salehi, Kepala Badan Energi Atom Iran dan Sergei Kirienko, Direktur perusahaan Rosatom, Rusia. (HS)