Ini Harapan Iran dari Sekjen Baru PBB
-
Bahram Qasemi, Jubir Kemenlu Iran
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, Tehran berharap Sekjen baru PBB dapat memulihkan dan merekonstruksi peran yang sempat hilang dari lembaga dunia itu di level global, dengan tekad yang kokoh.
Bahram Qasemi, Jubir Kemenlu Iran dalam wawancara dengan ISNA (15/10) menuturkan, terpilihnya Antonio Guterres sebagai Sekjen ke-9 PBB, terjadi di saat seluruh wilayah dunia berada di bawah ancaman serius krisis luas perdamaian dan keamanan.
Qasemi juga menyinggung pengalaman dan rekam jejak Antonio Guterres di level internasional dan mengungkapkan, Sekjen baru PBB diharapkan memainkan peran di tingkat global dengan independensi dan keberanian yang lebih besar, pasalnya rekam jejak Guterres membawa harapan untuk itu.
Ia menjelaskan, dunia saat ini dilanda perubahan besar, rumit dan sangat cepat, jika krisis-krisis luas dan dalam ini tidak bisa diatasi lewat kesepakatan dan kerja sama seluruh pihak di bawah manajemen PBB, maka dunia akan memasuki sebuah era kekacauan dan krisis lebih besar yang tidak bisa diselesaikan.
Hari Kamis lalu, 193 anggota PBB dalam voting yang digelar lembaga itu, memilih Antonio Guterres sebagai Sekjen PBB baru.
Beberapa hari sebelumnya Dewan Keamanan menyatakan bahwa Guterres, 67 tahun adalah kandidat yang tepat untuk menggantikan posisi Ban Ki-moon, Sekjen PBB saat ini.
Masa tugas Ban Ki-moon sebagai Sekjen PBB yang sudah diembannya selama dua periode, akan berakhir pada 31 Desember 2016.
Guterres pernah menjabat Perdana Menteri Portugal dari tahun 1995-2002 dan setelah itu ia dipercaya menjadi Komisaris Tinggi PBB untuk urusan pengungsi selama 10 tahun. (HS)