Nabih Berri: Tak Ada Negosiasi Sebelum Gencatan Senjata
-
Nabih Berri, Ketua Parlemen Lebanon
Pars Today - Ketua Parlemen Lebanon mengkritik pernyataan presiden negaranya tentang gencatan senjata.
Melaporkan dari Pars Today, Rabu, 29 April 2026, Nabih Berri, dalam pertemuan dengan sejumlah pejabat di Ain Al-Tineh, menegaskan bahwa segalanya telah terhenti. "Selama gencatan senjata belum tercapai, tidak akan ada negosiasi apa pun," ujarnya.
Menanggapi pertanyaan tentang pernyataan terbaru Presiden Joseph Aoun yang menyebut perlunya menghentikan serangan sebelum memulai negosiasi, serta kritiknya terhadap Hizbullah di tengah agresi rezim Zionis yang terus berlanjut, Berri berkata dengan nada sinis, "Tanyakan padanya, di mana gencatan senjatanya?"
Sebelumnya, Joseph Aoun dalam pernyataannya pada hari Selasa mengumumkan bahwa pemerintah Lebanon tidak peduli pada pernyataan lain mana pun. Ia juga tidak menganggap negosiasi dengan rezim Zionis tanpa konsensus nasional sebagai "pengkhianatan". Sebaliknya, ia mengajukan pertanyaan, "Apakah perang dilakukan dengan konsensus nasional?", sebuah upaya untuk mempertanyakan legitimasi perlawanan.
Berri tidak main-main. Ia menolak negosiasi sebelum gencatan senjata, sebuah posisi yang selama ini menjadi sikap tetap Poros Perlawanan. Di sisi lain, Presiden Aoun justru membuka pintu dialog dengan Israel, mempertanyakan perang yang dilakukan tanpa konsensus nasional.
Tidak ada gencatan senjata, maka tidak ada negosiasi. Itu adalah pernyataan tegas Berri yang sekaligus kritik terselubung terhadap kecenderungan Aoun yang dinilai terlalu cepat melangkah di tengah agresi yang masih membara.(sl)