Brigjen Salami: Pembebasan Aleppo Lumpuhkan Politik AS
-
Brigjen Hossein Salami
Wakil Komandan Pasukan Garda Revolusi Islam Iran, IRGC mengatakan, ambisi Amerika Serikat untuk kembali ikut menentukan nasib politik kawasan Timur Tengah, gagal seiring dengan dibebaskannya kota Aleppo di Suriah.
Birgjen Hossein Salami, Wakil Komandan IRGC, Sabtu (24/12) malam dalam wawancara dengan Kanal 1 TV Iran menuturkan, tujuan Amerika mendukung kelompok-kelompok teroris di Suriah adalah memperluas instabilitas sampai ke Lebanon, Irak lalu kemudian Iran, sehingga "Timur Tengah Baru" dapat terbentuk.
Brigjen Salami menerangkan, dengan dibebaskannya Aleppo, Amerika menyadari bahwa dirinya tidak mampu mengelola kawasan dan kebijakan-kebijakan Washington, Arab Saudi juga rezim Zionis Israel, akan gagal.
Wakil Komandan IRGC menambahkan, Hizbullah, Lebanon hari ini sudah berubah menjadi sebuah kekuatan regional dan hasil perjuangan Hizbullah melawan teroris adalah tumbuhnya gerakan-gerakan perlawanan di seluruh wilayah Timur Tengah.
Menurut Salami, kesabaran militer Suriah dan front perlawanan menjadi faktor penyebab terkepungnya kelompok teroris di Aleppo dan memaksa mereka menyerah.
"Jejak negara-negara pendukung teroris yang melakukan kejahatan di Suriah tampak jelas dalam enam tahun ini, pasalnya sejumlah rezim kawasan ingin mewujudkan mimpi menguasai kawasan, namun tidak berhasil," ujarnya.
Staf Komando Angkatan Bersenjata Suriah, Kamis (22/12) malam mengumumkan pembebasan total kota Aleppo dari pendudukan teroris. (HS)