Afkham: Iran-Malaysia Memiliki Kepentingan Bersama
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Malaysia mengatakan, Tehran dan Kuala Lumpur memiliki kepentingan bersama dalam menjaga dan meningkatkan kesabaran, stabilitas dan kesejahteraan regional dan global, sehingga kedua pihak bisa meningkatkan berbagai dialog bilateral di banyak level.
Marzieh Afkham mengatakan hal itu dalam seminar sehari berjudul "Perdagangan dengan Iran, Peluang bagi Perusahaan-perusahaan Malaysia" di Kuala Lumpur, Kamis (12/1/2017).
Ia juga menyinggung pencabutan sanksi terhadap Iran pasca kesepakatan JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif) pada Januari 2016.
"Kondisi pasca pencabutan sanksi harus mengarah pada kerjasama lebih lanjut dengan Republik Islam Iran di segala bidang, " kata Afkham seperti dilansir IRNA.
Ia menambahkan, Iran menilai pemanfaatan peluang-peluang ekonomi internasional dan perluasan interaksi ekonomi dengan negara-negara lain sebagai haknya, dan tidak menunggu izin dari negara manapun terkait hal ini.
Menurut Afkham, Iran dari sisi kapasitas ekonomi, memiliki 393,7 miliar dolar produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2015, sehingga menjadi ekonomi terbesar kedua di Timur Tengah dan Afrika utara.
Republik Islam Iran dalam hal sumber-sumber gas alam menempati urutan kedua di dunia, dan dari sisi cadangan minyak mentah berada di urutan keempat dunia.
Dubes Iran untuk Kuala Lumpur lebih lanjut menyinggung adanya kapasitas besar untuk kerjasama di sektor penelitian, inovasi, kesehatan, pertanian, minyak dan gas, transportasi dan keamanan.
Ia mengatakan, seminar bertema "Perdagangan dengan Iran, Peluang bagi Perusahaan-perusahaan Malaysia" akan memuluskan perencanaan strategis dan ekonomi Iran.
Seminar tersebut digelar pada Kamis dengan tujuan memperkenalkan peluang perdagangan dan bisnis dengan Iran. Seminar ini diselenggarakan berkat kerjasama Federasi Produsen Malaysia di Kuala Lumpur. (RA)