Ansarullah: Provokasi AS di Hormuz Rugikan Negara Teluk Persia
-
Muhammad Al-Farrah, anggota Biro Politik Gerakan Ansarullah Yaman
Pars Today - Seorang anggota kantor politik Gerakan Ansarullah Yaman mengkritik kebijakan Washington di kawasan, seraya menegaskan bahwa aksi-aksi yang memicu ketegangan di Selat Hormuz secara langsung berdampak pada kepentingan negara-negara di sekitar Teluk Persia.
Dilansir ISNA, 5 Mei 2026, Muhammad Al-Farrah, anggota Biro Politik Gerakan Ansarullah Yaman, menyoroti manuver Amerika Serikat di kawasan. Ia menyatakan bahwa militerisasi laut dan penciptaan ketegangan di Selat Hormuz oleh AS justru memicu ketidakstabilan di salah satu jalur ekspor minyak dan gas terpenting bagi negara-negara Teluk Persia.
Farrah menekankan bahwa setiap eskalasi di jalur strategis ini membawa konsekuensi langsung: gangguan atau perlambatan arus kapal tanker, lonjakan biaya asuransi dan logistik, penurunan volume ekspor energi, penurunan kinerja pelabuhan dan rantai pasok, serta pengalihan rute pelayaran ke jalur yang lebih panjang dan mahal.
Menurut dia, situasi ini pada akhirnya akan mendorong kenaikan harga, termasuk untuk barang-barang impor di negara-negara kawasan.
Anggota Ansarullah ini kemudian mempertanyakan mengapa Washington tidak mempertimbangkan kepentingan sekutu regionalnya dalam pengambilan keputusan. Ia menekankan bahwa sebaliknya, AS justru memprioritaskan kepentingan rezim Zionis secara penuh, sementara menempatkan negara-negara Arab dalam posisi dependen.(Sail)