Peran dan Risalah Wanita; Melepas Hijab dan Kebebasan Tak Beraturan (7)
-
Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei
Perlunya Para Wanita Menahan Konsumerisme Dan konsumsi Berlebihan
Saya sampaikan kepada para wanita muslim, wanita muda dan para ibu rumah tangga, jangan mengikuti propaganda konsumerisme bak penyakit lepra yang dilemparkan ke jiwa bangsa-bangsa dunia dan negara-negara yang sedang berkembang termasuk negara kita. Menggunakan sesuatu seperlunya itu baik, bukan berlebihan. Para wanita pejabat dan para wanita yang suaminya atau dirinya sendiri sebagai pejabat di berbagai bidang, hendaknya menjadi teladan bagi yang lain dari sisi menjauhi konsumsi berlebihan. (dalam pertemuan dengan para wanita cendikiawan, 25/9/1371)
Bahaya Suka Kemewahan Para Wanita
Kesukaan pada kemewahan yang sudah lama secara pelan-pelan telah berkurang, atau di permulaan revolusi misalnya, para wanita sudah tidak peduli lagi dengan kemewahan dan perhiasan, namun sayang sekali sebagaimana berita yang ada bahwa hal ini sedang berkembang di tengah-tengah masyarakat kita. Para wanita ilmuwan, pemikir dan berpengetahuan harus menilai hal ini sebagai bahaya. Para wanita jangan sampai terdorong pada kemewahan. Tentunya bahaya ini juga berlaku pada para pria. Hanya saja pada wanita lebih besar dan kemungkinannya lebih besar. Jangan sampai dalam masalah ini, dalam banyak hal, para pria berada di bawah pengaruh para istrinya.
Kalian benar-benar harus melawan masalah ini. Kalian juga harus menjaga diri. Saya tidak menentang pada penampilan mewah pada batas sedang-sedang mendekati minimal. Tapi, bila dalam proses menuju sikap berlebihan, itu sangat sia-sia. Dalam baju, dandanan, gemerlap, perhiasan, emas dan permata, para wanita harus menahan diri dan tidak peduli padanya, sehingga lebih perhatian pada kecantikan yang hakiki daripada sekedar perhatian pada kecantikan lahiriyah. (dalam pertemuan dengan Syura Budaya dan Sosial Para Wanita, 4/10/1370)
Pengaruh Hijab Dalam Mengurangi Kadar Kefasadan Sosial
Sungguh di dalam masyarakat yang ada penjagaan [hijab] antara wanita dan pria, kefasadan di sana tidak bisa dibandingkan dengan masyarakat yang tidak ada hijab di sana.
---
Gerakan anti hijab yang saat ini ditindaklanjuti oleh orang-orang tertentu dengan bentuk tipu muslihat adalah sebuah gerakan politik anti Republik Islam. (dalam pertemuan dengan para wanita penyelenggara seminar hijab, 10/3/1363)
Berbagai Macam Langkah Untuk Melawan Hijab
Pada pemerintahan despotik, bukan pada akhir-akhir ini, tapi pada permulaan ketika rezim ini berkuasa, yakni pada awal abad Syamsiyah ini, strategi penjajah dunia adalah menyebarkan kebebasan dan kebebasan seksual tak beraturan di tengah-tengah masyarakat muslim dan mencerabut penjagaan dan hijab Islam dan batas antara wanita dan pria sebagaimana sudah ditetapkan dalam ajaran Islam dan budaya Islam. Mereka telah menggunakan semua peralatan untuk menyuntikkan cairan kefasadan ini pada tubuh masyarakat Islam. Menggunakan politik. Menggunakan kekerasan. Menggunakan para penyair, penulis, penulis skenario, penulis cerita dan seniman. Menggunakan semua alat komunikasi umum di tengah-tengah masyarakat dan di balik semua ini sebagaimana yang sudah disinggung, ada tangan-tangan kotor politik yang menindaklanjuti masalah ini dengan sebuah rancangan dan prediksi detil. Masyarakat Islam kita di awal abad syamsiyah ini, yakni sekitar enam puluh tahun yang lalu, antara wanita dan pria ada satu batasan yang tidak bisa dilewati di tengah-tengah masyarakat. Pria memandang wanita non mahram dinilai haram. Wanita menjaga pakaian dan iffah [kehormatan diri] dinilai sebagai salah satu kewajiban asli. Bahkan orang-orang yang dari sisi keberagamaan bukan termasuk tingkatan atas, para wanita mereka dari sisi ajaran Islam benar-benar berusaha menjaga kesucian dan kehormatan diri mereka sendiri. Selama empat puluh sampai lima puluh tahunan strategi kotor ini diberlakukan di tengah-tengah masyarakat dengan berbagai peralatan dan dari berbagai cara. (dalam khutbah salat Jumat, 10/5/1365)
Menguatkan Kepribadian Syahwat; Faktor Keputusasaan, Maksiat dan Kesia-siaan
Di negara-negara industri, menguatkan kepribadian lewat syahwat manusia adalah menyeret seluruh pemuda mereka menuju pada keputusasaan, melanggar semua tradisi, kesucian dan sistem sosial dan mendorong mereka pada kesia-siaan. (dalam pertemuan bersama pada wanita seniman, 10/3/1363)
Kebebasan Tak Beraturan Zionis; Alat Imperialis Dunia
Budaya kefasadan Zionis di dunia, tujuannya adalah mencerabut iffah [kehormatan diri] dan hijab antara wanita dan pria. Kebebasan seksual tak beraturan adalah alat terbesar imperialis dunia. Di manapun saja di dunia, bila ingin menyeret sebuah bangsa pada kefasadan, maka mereka diseret ke dalam fahsya [kekejian]. Di manapun saja ingin menjauhkan sebuah bangsa dari kepribadian manusia, maka mereka didekatkan pada ketelanjangan dan kebebasan tak beraturan. Di manapun saja di dunia, hal ini bisa terjadi. (dalam khutbah salat Jumat, 16/10/1362)
Kobaran Kebebasan Tak Beraturan Zionis dan Terperosoknya Barat Dalam Fitnah Seksual
Apa yang kalian lihat di masa lalunya Iran, di negara kita sendiri, di Tehran sendiri dan tempat-tempat lainnya yang semakin hari semakin meningkat, dan juga di sebagian besar tempat-tempat di dunia, hasil atau sama dengan apa yang ada dalam budaya Barat, apa yang ada antara wanita dan pria, tidak ada; itu adalah sesuatu yang luar biasa. Itu adalah sesuatu yang sengaja diusahakan. Banyak para pakar masalah sosial dan masalah manusia dan masyarakat pada waktu itu mengatakan, kami pada waktu itu membaca banyak buku bahwa ini adalah pekerjaan yang sedang dilakukan oleh para zionis! Kemungkinannya juga tidak jauh.
Tentunya saya tidak punya argumen yang pasti tentang masalah ini. Namun strategi zionis berdasarkan tujuan panjang itu tidak punya mata rantai untuk diusahakan. Yakni berdasarkan inilah mereka mengobarkan fitnah. Berdasarkan inilah. Sekarang juga demikian. Tentunya mereka sendiri sekarang ini sedang terperosok dalam fitnah seksual. Karena wajar, hal ini adalah kelazimannya, dan kelaziman itu tidak bisa dihindari. Tidak bisa dikatakan, kita ingin maju sampai di masalah ini. Dari sini ke sana, kita jangan pergi. Tidak. Selanjutnya adalah ketergelinciran. Bila seseorang masuk ke situ, maka tidak bisa dihindari lagi, dia harus pergi sampai akhir. Mereka sekarang sedang bermasalah dan kita melihatnya. Mungkin kalian bapak-bapak dan ibu-ibu melihat di sebagian media Barat, teriakan-teriakan yang aneh. Tentang kondisi yang ada di Amerika; mulai dari masalah homoseksual dan beragam percampuran. Mulai dari menyebarnya peralatan media komputer dan semacamnya di dalam rumah-rumah, kemudian ombak besar ini menyangkut anak-anak, anak-anak usia dua belas tahun, tiga belas tahun, dan sekarang secara pelan-pelan sampai pada batasan dimana mereka memahaminya. (dalam pertemuan dengan anggota kelompok penyesuaian kedokteran dengan standar syariat, 16/8/1374) (Emi Nur Hayati)
Sumber: Naghs wa Resalat-e Zan I, Ifaf wa Hejab Dar Sabke Zendegi-e Irani-EslamiBargerefteh az bayanat-e Ayatullah al-Udzma Khamenei, Rahbare Moazzam-e Enghelab-e Eslami