Nabih Berri: Penarikan Penuh Zionis dari Lebanon, Prasyarat Mutlak Sebuah Kesepakatan
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i189414-nabih_berri_penarikan_penuh_zionis_dari_lebanon_prasyarat_mutlak_sebuah_kesepakatan
Pars Today - Ketua Parlemen Lebanon menuntut penarikan penuh rezim Zionis sebelum memasuki jalur politik apa pun.
(last modified 2026-05-04T16:57:59+00:00 )
May 04, 2026 23:56 Asia/Jakarta
  • Nabih Berri, Perdana Menteri Lebanon
    Nabih Berri, Perdana Menteri Lebanon

Pars Today - Ketua Parlemen Lebanon menuntut penarikan penuh rezim Zionis sebelum memasuki jalur politik apa pun.

Dilansir Pars Today, 4 Mei 2026, Nabih Berri menyatakan tidak akan ada negosiasi sebelum gencatan senjata ditetapkan. Prioritas utama adalah menghentikan perang.

Menurutnya, Lebanon tidak boleh terlibat dalam negosiasi yang hasilnya tidak terjamin. Dalam proses ini, "tidak ada konsesi gratis" yang dapat diterima.

Ia menegaskan bahwa setiap negosiasi tanpa jaminan penghentian agresi adalah tertolak. Penarikan penuh rezim Zionis merupakan syarat fundamental untuk mempertimbangkan kesepakatan apa pun.

Ketua Parlemen Lebanon juga memperingatkan agar tidak bergantung pada janji-janji yang tidak dapat dijamin. Ia menolak tekanan asing terhadap pengambilan keputusan Lebanon.

Pernyataan ini muncul setelah, meskipun agresi dan pendudukan terus berlanjut, pemerintah Lebanon mengambil keputusan untuk menggelar negosiasi langsung dengan rezim Zionis, melalui mediasi AS, dengan tujuan menciptakan "zona penyangga" seperti di Gaza.

AS dan rezim Zionis sedang berupaya menggalang dukungan dari pemerintah Lebanon untuk melucuti senjata perlawanan Islam Lebanon.

Berri memasang badan: sebelum satu milimeter tanah Lebanon dibersihkan dari tentara Zionis, tak ada meja negosiasi. Ia menolak skenario "zona kuning ala Gaza" yang diwacanakan AS dan Israel. Hati-hati, Lebanon sedang berada di persimpangan antara keinginan berdiplomasi dan tekad melawan pendudukan.(Sail)