Naim Qassem: Di Bawah Bayangan Perlawanan, Mimpi Zionis Tak Jadi Nyata
-
Syaikh Naim Qassem, Sekjen Hizbullah Lebanon
Pars Today - Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon menegaskan bahwa selama perlawanan masih ada, musuh, meskipun sombong dan arogan, tidak akan mencapai tujuannya.
Dilansir Pars Today, 4 Mei 2026, Syaikh Naim Qassem menyatakan bahwa kita sedang menghadapi tahap berbahaya dalam sejarah kawasan, di mana musuh Zionis, dengan dukungan pemerintah AS, melancarkan serangan terhadap kita.
Ia menegaskan, "Tujuan musuh adalah merampas hak-hak kita, menduduki tanah kita, dan menguasai masa depan kita dengan kekerasan. Tujuan perlawanan adalah membebaskan tanah. Sepandai-pandainya musuh, selama perlawanan ada, ia tidak akan bisa mencapai tujuannya."
Syaikh Naim Qassem menambahkan, "Tidak ada gencatan senjata di Lebanon. Agresi Israel dan AS masih terus berlangsung. Lebanon adalah negara yang dijajah, dan ia membutuhkan jaminan untuk keamanan serta kedaulatannya. Musuh Zionis belum melaksanakan satu langkah pun dari perjanjian gencatan senjata. Hingga saat ini, mereka telah melanggar perjanjian itu lebih dari 10.000 kali."
Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon menambahkan, "Musuh belum satu langkah pun mencapai apa yang disebut sebagai proyek 'Israel Raya'. Bahkan jika semua biadab di dunia berdiri di sisinya, mereka tidak akan mampu mewujudkannya."
Di tengah tekanan hebat AS-Zionis, Hizbullah justru semakin vokal. Naim Qassem menegaskan: gencatan senjata adalah fiksi, agresi terus berlangsung, dan Hizbullah adalah satu-satunya benteng yang menghalau proyek "Israel Raya". Pesan ini bukan hanya untuk Lebanon, tetapi untuk semua kekuatan perlawanan di kawasan.(Sail)