Rahbar Ajak Peserta Konferensi Palestina Kirim Al Fatihah untuk Malcolm X
-
Ayatullah Sayid Ali Khamenei
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar memuji pemimpin Muslim pejuang perlawanan terhadap diskriminasi ras di Amerika Serikat, Malcolm X.
Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Selasa (21/2) sebelum menyampaikan pidatonya di konferensi internasional dukungan atas Intifada Palestina, mengenang hari gugurnya Malcolm X, pemimpin Muslim anti-diskriminasi ras di Amerika.
Rahbar mengajak para peserta konferensi membacakan surat Al Fatihan untuk arwah Malcolm X.
Malcolm X adalah salah seorang pemimpin komunitas Muslim Amerika yang melawan diskriminasi ras. Pada 21 Februari 1965 Malcolm X gugur akibat diteror.
Setiap tahun, gugurnya Malcolm X diperingati dengan harapan diskriminasi ras di Amerika dapat diakhiri dan kondisi kehidupan Muslim di negara itu dapat lebih baik.
Data menunjukkan, jumlah korban terbanyak akibat kekerasan polisi di Amerika dalam beberapa tahun terakhir adalah warga kulit hitam dan kulit berwarna lainnya.
Malcolm X dan para pemimpin pejuang anti-diskriminasi lainnya berjuang di tengah pembatasan-pembatasan luas di masyarakat Amerika terhadap warga kulit hitam.
Ia dilahirkan pada 19 Mei 1925 di Nebraska. Nama aslinya adalah Malcolm Little dan mengubah namanya setelah masuk Islam. Malcolm mengenal Islam di dalam penjara, ia mengganti namanya menjadi Malcolm X setelah menjadi anggota sebuah organisasi Islam. Malcolm kemudian memilih nama El-Hajj Malik El-Shabazz ketika bepergian ke Mekah.
Pejuang anti-diskriminasi ini memiliki banyak pendukung karena pejuangannya dan sejumlah banyak warga kulit hitam Amerika masuk Islam setelah mendengar ceramah-ceramahnya.
Malcolm X berjuang meningkatkan partisipasi warga kulit hitam Amerika dengan aktivitas-aktivitas sosialnya.
Ia juga menuntut perlawanan terhadap aksi-aksi anti-kemanusiaan yang dilakukan pemerintah Amerika terhadap warga kulit hitam.
Perjuangan anti-diskriminasi ras yang dilakukan Malcolm X bersamaan dengan aktivitas-aktivitas Martin Luther King, pendeta dan aktivis sosial kulit hitam melawan rasisme dan undang-undang menindas Amerika terhadap warga kulit hitam.
Malcolm X akhirnya gugur dalam perjuangannya menuntut keadilan sosial di Amerika. (HS)