Zarif: Iran Siap Kembali ke Kondisi Sebelum JCPOA
-
Mohammad Javad Zarif
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif menyatakan, sebagaimana yang telah disampaikan oleh Rahbar (Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Udzma Sayyid Ali Khamenei), Iran telah melaksanakan komitmennya dan tidak melanggar, akan tetapi jika Amerika Serikat melanggar komitmennya sampai pada titik sehingga melanjutkan kesepakatan JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif) bertentangan dengan kepentingan nasional, maka Republik Islam siap kembali ke kondisi pra-JCPOA.
IRNA melaporkan, Zarif pada Senin malam (20/3/2017) mengatakan, dalam dua bulan terakhir menyusul upaya dan kemampuan tinggi para ilmuwan nuklir Iran, Republik Islam mampu menggapai sentrifugal tercanggih yang pada masa penandatanganan JCPOA hal tersebut hanya sebatas ide.
Menteri Luar Negeri Iran menjelaskan bahwa mesin sentrifugal ini memiliki kemampuan memperkaya uranium 20 kali lipat lebih besar dibanding mesin-mesin sentrifugal yang telah terpasang.
Lebih lanjut dipaparkannya, "Manajemen Rahbar dan Presiden Republik Islam Iran khususnya di bidang energi damai nuklir adalah agar tercipta kondisi sedemikian rupa sehingga pada suatu hari jika dirasakan ada pelanggaran dari pihak seberang dan melanjutkan JCPOA tidak dapat dijustifikasi lagi, maka kondisi dapat dikembalikan ke masa lalu dan bahkan lebih kokoh."
Ditandaskan Zarif, meski pengingkaran janji oleh Amerika Serikat, hingga saat ini melanjutkan dan melaksanakan JCPOA secara penuh masih ditempuh Republik Islam Iran.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menunjukkan sikap yang berbeda di antara para pihak yang terkait dalam JCPOA, dan menyatakan bahwa kesepakatan itu merupakan yang terburuk yang pernah ditandatangani.