Peran dan Risalah Wanita; Cara Menghadapi Kebebasan Tak Beraturan (3)
-
Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei
Perlunya Karya Seni Untuk Masalah Hijab Setiap ide, pemikiran dan revolusi yang tidak bisa termuat dalam bingkai seni, maka tidak akan bisa bertahan lama. Yang bisa mempertahankan sesuatu dalam sejarah dan menyebarkannya di kalangan masyarakat dan menuangkannya di dalam jiwa-jiwa manusia serta mengalihkannya dari generasi ke generasi selanjutnya adalah satu ikatan seni.
Yang penting dalam seni adalah garisnya. Seni akan bagus bila punya garis keimanan. Untuk masalah hijab, harus dilakukan karya seni dan karya yang indah dari dakwah. Sehingga masalah ini bisa menempatkan dirinya dalam pikiran orang-orang ini. (dalam pertemuan dengan para seniman wanita, 22/10/1365)
Karya Politik, Pemikiran, Akhlak Dan Nasihat Bersama Menghadapi Hijab Yang Tak Sempurna
Soal: Sekarang kita lihat ada di tengah-tengah masyarakat dan masalahnya tentu saja sedikit akut. Karena sesuatu yang sebenarnya tidak bisa kita katakan kita duduk saja. Kita harus lakukan pekerjaan jangka panjang dan sekelompok orang melakukan pekerjaan sesuka hatinya. Bukan berarti cara yang digunakannya semuanya seratus persen benar. Sekarang kita melihat, setelah beberapa tahun revolusi berlalu, tiba-tiba muncul sebuah ajaran seperti punkisme, tentu saja kalau bisa disebut sebagai ajaran. Sekarang, andaikan saja ini menyangkut anak-anak yang hidup makmur di bagian utara kota. Tapi bagaimana pun juga ini adalah sebuah efek yang telah terjadi dan munculnya juga beberapa tahun setelah revolusi. Bila kita meyakini bahwa orang-orang yang menentang kita wajibkan untuk menaati Republik Islam, alasannya karena mereka hidup di negara ini. Tapi kita semua lebih menginginkan bahwa andaikan saja mahasiswi yang ada di universitas kita wajibkan untuk memakai hijab, setelah keluar dari universitas, jangan sampai langsung dia melepaskan hijabnya. Mengingat pada cara-cara yang ada saat ini, kalian sendiri meyakini bahwa apa sebenarnya pekerjaan apa yang harus dilakukan untuk soal ini?
Ada beberapa pekerjaan yang harus dilakukan seiring secara bersamaan. Semuanya juga diperlukan. Mengingat pada fenomena yang kalian sebutkan itu, tentu saja saya tidak akan menyebut hal-hal seperti ini sebagai sebuah ajaran. Ini semua adalah sebuah penyelewengan yang bersifat sementara, yang sifatnya datang dan berlalu. Karena sebagian hal ini ada akar politiknya. Dan sejumlah orang secara sadar sedang menyeret sejumlah pemuda, anak perempuan dan anak lelaki dengan menggunakan sarana naluri ke sebuah jalan untuk mengejar tujuannya yang lebih besar. Mereka ingin mengalahkan revolusi melalui cara ini, menurut anggapan mereka sendiri. Karena memiliki akar semacam ini. Oleh karena itu, cara menghadapinya harus dengan cara menghadapi sebuah gerakan politik dalam beberapa kasus. Untuk itu, karya politik diperlukan. Dari sisi lain, karya pemikiran juga perlu. Bagi sejumlah orang, masalahnya benar-benar belum terselesaikan. Nah, sebagaimana yang sudah saya katakan, sebelumnya sudah dilakukan dalam upaya menjadikan pemikiran khusus terkait wanita bentuk sebuah ideologi. Nah, kelemahan pilar-pilar ideologi ini harus diketahui. Selama ini sudah dilakukan karya-karya di bidang ini, namun harus tetap dilakukan. Di sebagian pikiran-pikiran itu ketahuan bahwa kelemahan pilar-pilar ideologi itu belum tampak. Untuk itu, karya pemikiran juga harus dilakukan. Karya akhlak juga harus dilakukan, yakni orang-orang harus merasa dirinya berkewajiban. Orang-orang harus menghalangi orang lain dari ketergelinciran dengan nasihat dan memberikan perhatian pada pentingnya posisi. Ada sebagian orang yang dari sisi pemikiran tidak membutuhkan pengayaan. Gerakannya juga bukan gerakan politik. Tapi sedang mengalami ketergelinciran. Mereka harus diperhatikan. Berhati-hatilah ketergelinciran ini menguntungkan siapa saja?
----
Sekarang bila kita memberikan perhatian ini kepada banyak orang, meski mereka tidak punya tujuan politik sama sekali, meski misalnya tidak ada anasir pemikiran yang memaksa mereka, tapi hanya sekedar sebuah model keyakinan yang sangat sederhana yang menyeret mereka pada satu tahapan permulaan sebuah kefasadan, bila kita memberikan perhatian pada mereka, pasti mereka akan berubah. Dan ini adalah karya akhlak yang harus dilakukan. Menurut saya, ini adalah karya kalian para ibu. Yakni karya yang dituangkan di majalah-majalah kalian yakni berikan sedikit nasihat. Tidak ada bahasa apapun meski bahasa argumen dalam banyak hal yang lebih efektif dari bahasa nasihat. Nasihat adalah begitu kalian memberikan perhatian kepada mereka bahwa pekerjaan yang mereka lakukan ini adalah pekerjaan yang buruk, pekerjaan yang membahayakan, pekerjaan yang menguntungkan musuh dan teman-teman sendiri merugi dan tujuan dipaksanya seseorang untuk melakukan hal ini adalah tujuan politik yang sangat dalam. Ini menurut saya adalah karya akhlak. Oleh karena itu, semua bentuk karya harus dilakukan seiring dan bersamaan. (dalam wawancara mengenai posisi wanita dalam republik Islam, 4/12/1363)
Bertahan Di Hadapan Kefasadan
Jangan sampai musuh bisa mengeroposi revolusi dari dalam dengan cara menyebarkan budaya kefasadan, - segala bentuk kefasadan, baik kefasadan yang berhubungan dengan syahwat dan seksual, kefasadan keuangan [korupsi] maupun segala bentuk kefasadan akhlak dan perbuatan. Satu persatu dari kalian; wanita dan pria harus seperti pemuda yang berani dan punya kehormatan membentangkan dadanya untuk menjaga dan membela rumah, keluarga dan keberadaannya. Kalian harus membela revolusi, Islam, para pejabat dan hasil-hasil yang ada dan imam serta islam kalian. Berdirilah di hadapan orang-orang yang menyerang kalian. (dalam khutbah salat Jumat, 28/7/1368)
Menjelaskan Masalah Penting Hijab Dalam Islam Kepada Masyarakat
Tidak seorang pun menginginkan wanita harus memakai cadur dengan wajah tertutup di ruang kerjanya, maupun ketika berjalan harus dengan kondisi seperti itu juga. Bukan dalam pandangan masyarakat, dalam pandangan sosial, di tempat-tempat yang ada percampuran wanita dan pria. Tentunya ini adalah bentuk hijab yang paling baik. Tidak masalah sama sekali sekarang, pemikiran ini kita sampaikan kepada dunia sebagai pemikiran baru, sebagai sebuah ide baru. Dan yakinlah bahwa dunia akan menerimanya. Dengan harapan saudara-saudara kita di hauzah ilmiah, di lungkungan keilmuan, di lembaga dakwah Islam, di Kementrian Bimbingan Islam dan di mana saja pekerjaan ini bisa dilakukan dan menjelaskan masalah penting Islam ini dan menyampaikannya kepada masyarakat. Dan tentunya di samping itu harus dilakukan pekerjaan praktisnya secara kuat dengan dukungan dakwah dan budaya di tengah-tengah masyarakat. (dalam khutbah salat Jumat, 9/8/1365) (Emi Nur Hayati)
Sumber: Naghs wa Resalat-e Zan I, Ifaf wa Hejab Dar Sabke Zendegi-e Irani-Eslami Bargerefteh az bayanat-e Ayatullah al-Udzma Khamenei, Rahbare Moazzam-e Enghelab-e Eslami