Zarif: Iran Ingin Hubungan Konstruktif dengan Negara Tetangga
https://parstoday.ir/id/news/iran-i352-zarif_iran_ingin_hubungan_konstruktif_dengan_negara_tetangga
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, Iran sebagai kekuatan besar regional selalu menuntut hubungan logis dan konstruktif dengan semua negara-negara tetangganya.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 03, 2016 11:14 Asia/Jakarta
  • Zarif: Iran Ingin Hubungan Konstruktif dengan Negara Tetangga

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, Iran sebagai kekuatan besar regional selalu menuntut hubungan logis dan konstruktif dengan semua negara-negara tetangganya.

Mohammad Javad Zarif mengungkapkan hal itu dalam jumpa pers dengan sejawatnya dari Jerman, Frank-Walter Steinmeier pada Selasa (2/2/2016) sore ketika menyinggung hubungan lama politik dan ekonomi antara Iran dan Jerman.

Ia menambahkan, kami memiliki dialog yang baik dengan Jerman terkait hubungan bilateral, pelaksanaan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) dan peluang yang muncul terkait hal ini bagi semua negara terutama Iran dan Jerman.

"Hari ini, kondisi Timur Tengah memerlukan kerjasama dan kesepahaman semua aktor regional dan internasional untuk menghadapi bahaya yang mengancam kawasan dan seluruh dunia," ujarnya.

Iran dan Jerman sebagai dua anggota kelompok pembantu proses perdamaian Suriah, kata Zarif, akan melanjutkan kerjasama, sementara terkait Afghanistan, Tehran dan Berlin juga akan melanjutkan dialog dan konsultasi di semua bidang termasuk penanganan masalah transit narkoba dan transit para imigran.

Zarif lebih lanjut menyinggung ketegangan antara Iran dan Arab Saudi dan dampaknya terhadap proses perundingan damai Suriah di Jenewa.

"Republik Islam Iran tidak menginginkan ketegangan dalam hubungan dengan Arab Saudi. Kebijakan pemerintah Tehran adalah memberikan prioritas kepada tetangga," tegasnya.

Menlu Iran menjelaskan, eksekusi mati terhadap ulama yang tidak bersalah kecuali karena menuntut hak-hak semua warga Arab Saudi dan tidak pernah melakukan tindakan anti-keamanan nasional di negara ini adalah tindakan yang tidak dapat diterima, di mana banyak pemerintah di kawasan dan Eropa telah mengecamnya.

Sementara itu, Menlu Jerman dalam jumpa pers bersama tersebut mengungkapkan kebahagiaannya atas hasil perundingan nuklir antara Iran dan Kelompok 5+1.

"Jerman yakin JCPOA akan membuat dunia dan kawasan lebih aman," kata Steinmeier.

Menurut Steinmeier, dalam dialog dengan Zarif, ia bertekad untuk memanfaatkan peluang yang muncul dan merasa bahwa kedua negara tertarik untuk saling dekat.

Menlu Jerman lebih lanjut menyinggung krisis Suriah. "Semua pihak yang memiliki pengaruh dalam krisis Suriah harus membantu supaya tercipta perdamaian dan stabilitas di negara ini," pungkasnya. (IRIB Indonesia/RA)