Iran Sebut Serangan AS di Suriah untuk Semangati Teroris
Penasihat Ketua Parlemen Iran untuk Urusan Internasional, Hossein Amir-Abdollahian menilai tindakan militer Amerika Serikat terhadap Suriah akan membahayakan keamanan regional dan dunia.
"Serangan militer AS telah mengabaikan upaya-upaya untuk mencapai solusi politik dan membuktikan bahwa prioritas AS bukan memerangi Daesh," ujarnya dalam sebuah pernyataan, Jumat (7/4/2017).
Menurut Amir-Abdollahian, aksi tergesa-gesa AS bertentangan dengan hukum internasional dan Piagam PBB serta akan memperkuat ekstremisme dan terorisme di kawasan.
"Pesan serangan militer Amerika ke Suriah adalah untuk menyemangati teroris," tegasnya.
"Tuduhan penggunaan senjata kimia oleh Suriah yang telah dilucuti, memerlukan penyelidikan seksama oleh Badan Pengawas Senjata Kimia PBB (OPCW)," kata Amir-Abdollahian.
AS pada Jumat dini hari, meluncurkan 59 rudal Tomahawk dari dua kapal perang USS Porter dan USS Ross yang bersiaga di Laut Mediterania dengan alasan serangan kimia yang mencurigakan di Provinsi Idlib. Rudal itu ditembakkan ke pangkalan udara al-Shayrat di Provinsi Homs, Suriah.
Washington dan negara-negara pendukung kelompok teroris di Suriah, melancarkan propaganda besar-besaran untuk memperkenalkan pemerintah Damaskus sebagai pelaku serangan kimia di Idlib. (RM)