Sekjen Hizbullah: Musuh Telah Mentok di Jalan Buntu
-
Syeikh Naim Qassem, Sekjen Hizbullah Lebanon
Pars Today - Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon menegaskan bahwa musuh telah mencapai jalan buntu, dan pemerintah Lebanon tidak boleh melakukan negosiasi langsung dengan Zionis.
Melaporkan dari Pars Today, Senin, 27 April 2026, Syeikh Naim Qassem menyatakan bahwa musuh telah mentok. Perlawanan akan tetap kuat dan berkelanjutan, dan kekalahan terhadapnya tidak mungkin terjadi.
Ia menegaskan bahwa mereka menolak keras negosiasi langsung. “Para penguasa di Lebanon harus tahu bahwa tindakan mereka tidak akan menguntungkan Lebanon maupun diri mereka sendiri,” tegasnya. Pemerintah tidak bisa terus berjalan di jalan yang mengorbankan hak dan tanah Lebanon. Ia harus kembali kepada rakyat dan menjadi pemerintah rakyat.
Salah satu tanggung jawab pemerintah, kata Qassem, adalah menghentikan negosiasi langsung dengan musuh Zionis dan kembali ke negosiasi tidak langsung. “Senjata perlawanan adalah untuk menghadapi agresi dan mempertahankan eksistensi. Kami tidak akan berkompromi dengan senjata dan pembelaan diri,” ujarnya.
Tolak Ukur Solusi: Hentikan Agresi, Bebaskan Tahanan, Bangun Kembali
Satu-satunya solusi, menurut Qassem, adalah menghentikan agresi, penarikan Israel dari wilayah pendudukan, pembebasan tahanan, kembalinya pengungsi ke daerah mereka, dan rekonstruksi. Pemerintah harus mencabut keputusannya pada 2 Maret 2026 yang mengkriminalisasi perlawanan dan rakyat, agar dialog internal bisa dilanjutkan dengan prioritas kepentingan Lebanon.
“Solusinya adalah dengan mengakui bahwa akar masalahnya adalah agresi. Perlawanan adalah respons terhadap agresi, bukan penyebabnya,” tegasnya.
Tanpa Negosiasi Iran di Pakistan, Gencatan Senjata Lebanon Takkan Terjadi
Qassem menegaskan, “Berkat ketahanan legendaris perlawanan dan rakyat, jika bukan karena negosiasi Republik Islam Iran di Pakistan, gencatan senjata Lebanon tidak akan pernah terjadi.”
Ia menambahkan bahwa mereka tidak akan kembali ke situasi sebelum 2 Maret. Mereka akan melawan agresi Israel dan meresponsnya. “Seberapa pun musuh mengancam, kami tidak akan mundur, tidak akan membungkuk, dan tidak akan pernah kalah.”
Qassem bicara lantang di saat banyak pihak di Lebanon berbisik-bisik menginginkan kompromi. Ia menegaskan: jalan buntu ada di pihak musuh, bukan perlawanan.
Tanpa mediasi Iran di Pakistan, Lebanon mungkin masih terbakar. Ini pengakuan bahwa diplomasi Iran, bukan senjata Hizbullah saja, yang menghentikan mesin perang Zionis.(sl)