Peneliti Rusia: Patriotisme, Ketahanan, dan Gairah Maju Ciri Khas Bangsa Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i189048-peneliti_rusia_patriotisme_ketahanan_dan_gairah_maju_ciri_khas_bangsa_iran
Pars Today - Peneliti Pusat Kajian Arab dan Islam Institut Oriental Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia menilai bahwa kombinasi patriotisme, ketahanan, dan keinginan untuk maju merupakan salah satu ciri pembeda utama bangsa Iran saat ini, terutama pasca-agresi musuh-musuh mereka.
(last modified 2026-04-27T15:53:56+00:00 )
Apr 27, 2026 22:49 Asia/Jakarta
  • Peneliti Pusat Kajian Arab dan Islam Institut Oriental Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, Alexander obrosimov
    Peneliti Pusat Kajian Arab dan Islam Institut Oriental Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, Alexander obrosimov

Pars Today - Peneliti Pusat Kajian Arab dan Islam Institut Oriental Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia menilai bahwa kombinasi patriotisme, ketahanan, dan keinginan untuk maju merupakan salah satu ciri pembeda utama bangsa Iran saat ini, terutama pasca-agresi musuh-musuh mereka.

Melaporkan dari IRNA, Senin, 27 April 2026, Alexander obrosimov menegaskan bahwa Iran saat ini, meskipun memiliki berbagai perbedaan etnis dan agama, berusaha menjaga persatuan dalam menghadapi tantangan eksternal.

Agresi AS dan Israel, kata peneliti Rusia itu, telah memperkuat rasa solidaritas dan persatuan nasional di Iran. “Ini menunjukkan bahwa meskipun ada perbedaan internal, bagi mayoritas rakyat Iran, kemerdekaan dan keamanan negara tetaplah nilai-nilai utama.”

Ia menambahkan bahwa banyak rakyat Iran melihat peristiwa terkini dan perang yang dipaksakan terhadap negara mereka bukan hanya sebagai tekanan pada pemerintah, tetapi sebagai ancaman terhadap seluruh masyarakat. Karena itu, bahkan mereka yang memiliki pandangan politik berbeda kini lebih banyak berbicara tentang perlunya solidaritas dan dukungan pada negara di masa sulit.

Dalam kondisi tekanan eksternal, kata observimov, rasa memiliki terhadap sejarah, budaya, dan pemerintah di kalangan rakyat Iran semakin menonjol. Masyarakat Iran telah menunjukkan kemampuannya mempertahankan ketahanan dan kohesi dalam situasi sulit.

Banyak rakyat Iran meyakini bahwa Iran yang kuat harus tidak hanya merdeka, tetapi juga sukses, modern, dan stabil secara internal, tegasnya.

Seorang peneliti Rusia mengamati dari luar apa yang sering tidak dilihat oleh mereka yang terlalu sibuk menganalisis Iran dari kacamata politik semata: bahwa ada benang merah yang menyatukan Iran, bukan sekadar ideologi, tetapi rasa memiliki terhadap tanah air.

Patriotisme, ketahanan, dan gairah maju, tiga kata yang mungkin terdengar klise. Tapi ketika diuji dalam ujian nyata seperti perang, ia tidak klise lagi. Ia adalah fakta di lapangan.(sl)