Peran dan Risalah Wanita; Cara Menghadapi Kebebasan Tak Beraturan (6)
https://parstoday.ir/id/news/iran-i36382-peran_dan_risalah_wanita_cara_menghadapi_kebebasan_tak_beraturan_(6)
Propaganda Yang Benar Di Sisi Kecenderungan Alami Wanita Kepada Hijab
(last modified 2026-04-05T23:44:38+00:00 )
Apr 21, 2017 10:16 Asia/Jakarta
  • Ayatullah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei
    Ayatullah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei

Propaganda Yang Benar Di Sisi Kecenderungan Alami Wanita Kepada Hijab

Keyakinan saya adalah wanita-wanita Iran menyukai hijab dan komitmen padanya. Orang-orang yang tidak berhijab dahulu juga karena dipaksakan kepada mereka. Maksud saya bukan pemaksaan dalam bentuk kekerasan. Tapi pemaksaan pikiran. Gelombang propaganda sedemikian parah sehingga kebanyakan orang terbawa dengan sendirinya. Saya berpikir bahwa dalam kondisi saat ini, bila di samping kecenderungan alami wanita pada hijab yang tepat, ada sejenis propaganda yang benar yang bisa menyampaikan pandangan Islam sebagaimana seharusnya, maka para wanita kita akan menerima hijab Islam yang asli dan syari, sebagaimana yang kalian lihat setelah Revolusi Islam Iran, banyak orang yang kembali kepada hijab. (dalam wawancara dengan buletin hari wanita, 5/2/1360)

Sikap Ekstrim Dalam Menghapadi Hijab Yang Tidak Sempurna; Kefasadan

Masalah kedua adalah sekarang masyarakat kecewa dan sejumlah orang dengan semangat muncul di jalan-jalan melakukan demo dan menyuarakan slogan, sangat bagus, tapi musuh akan menyalahgunakannya dari kejadian ini. Bagaimana; di tengah-tengah kelompok-kelompoh hizbullah, dengan semangat menyusup ke dalamnya atas nama hizbullah dan melakukan sikap-sikap yang tidak benar dan kasar. Misalnya menyerang seorang wanita yang memakai kerudung yang sedang berjalan di trotoar. Misalnya menyakiti dan mengganggu seorang pemuda yang rambutnya sedikit panjang. Tapi tidak ada urusan dengan orang-orang yang sedang menyebarkan kefasadan dan kekejian. Ini berbahaya. Yakni ada orang-orang yang berhati busuk dan menginginkan kejelekan menyusup ke dalam kelompok Hizbullah dan tiba-tiba empat atau lima orang masuk ke dalam tempat praktik seorang dokter wanita yang di dalamnya ada sejumlah wanita duduk di sana, dan di sana bersikap kasar dan menyakiti ibu dokter dan pasien-pasiennya dengan mengatakan, di sini ada apa?! Sikap-sikap seperti ini tidak bisa diterima dan kami berpikir bahwa ini bukan pekerjaan Hizbullah kita. Ini adalah pekerjaan kelompok yang menyusup.

Tentunya ada kemungkinan juga seorang pemuda Hizbullah yang punya semangat terpengaruh oleh emosional dan melakukan kesalahan tanpa ada perhatian dan muncul sikap kasar seperti ini darinya. Oleh karena itu, kalian melihat bahwa di sampaing partisipasi masyarakat dan emosional mereka di hadapan hijab yang tidak sempurna, kecendurngan pada kefasadan dan kekejian dan menampilkan kemungkaran dan hijab yang tidak sempurna, kami menerima emosional masyarakat dalam kasus-kasus seperti ini dan menilainya benar. Tapi kami tidak menerima sama sekali sikap ekstrim semacam ini dan sayangnya sikap-sikap ekstrim semacam ini kadang terlihat dan kami membayangkan bahwa ini adalah pekerjaan kelompok-kelompok penyusup, orang-orang yang menginginkan kejelekan dan orang-orang yang merusak wajah Republik Islam dan khususnya wajah Hizbullah di mata masyarakat yang beragam dan selera yang berbeda. Oleh karena itu kami menentang sikap-sikap kasar itu. (dalam wawancara dengan IRIB, 3/2/1364)

Membuat Alasan Untuk Orang-Orang Yang Tidak Tahu

Sebagian orang ada yang menjaga hijabnya dengan sempurna. Ada juga sebagian orang yang tidak memaksakan diri untuk berpakaian non hijab; tapi tidak perhatian, tidak teliti, kerudungnya sedikit melorot ke belakang. Tentunya ini salah dan jangan melakukan hal ini, tapi kami tidak menghadapi mereka dengan kasar. Kami menghadapi mereka dengan baik dan penuh kasih sayang, seperti seorang ayah [terhadap anaknya] dan saudara [terhadap saudarinya]. Sebagian orang juga selama pendidikan masa lalu kotor dan hina terbiasa dengan kebebasan tak beraturan, pergaulan bebas dengan para lelaki, para pemuda, di universitas dengan anak-anak lelaki dan memakai baju yang tidak genah, tertawa dan sikap bodoh, dandanan menor dan memakai baju-baju tidak resmi baginya biasa. Sekarang tidak separah itu, merasa takjub, apa masalahnya? Sebagian orang ada yang demikian, dan merasa takjub, apa yang menghalanginya? Nah, hal ini harus disampaikan, harus dijelaskan, dan kalian para mahasiswi yang ada di universitas, harus menjelaskan masalah ini, terangkan buat mereka. (dalam pertemuan bersama para penyelenggara seminar hijab, 10/3/1363)

Sikap Tegas Terhadap Ketidakhormatan Pada Hijab Di Universitas

Lingkungan universitas sangat penting. Di lingkungan universitas, para mahasiswi dan dosen harus berusaha menyebarkan semangat ini dan budaya Islam. Bila orang-orang [jangan sampai terjadi] di universitas-universitan negara tidak menghormati hijab Islam, para wanita dan mahasiswi muslimah, jangan biarkan mereka menyebarkan pemikirannya yang busuk. Lingkungan universitas harus menjadi lingkungan yang islami. Harus menjadi lingkungan tumbuh dan berkembangnya manusia dan wanita muslimah, wanita yang teladannya adalah Sayidah Fathimah as. Ini luar biasa pentingnya bagi masa depan negara. (dalam pertemuan bersama para wanita dalam rangka milad Sayidah fathimah, 25/9/1371)

Perlunya Sikap Tegas Dalam Menghadapi Segelintir Orang Yang Bebas Tak Beraturan

Sungguh sebuah kezaliman; sejumlah anak perempuan dan anak lelaki atau para wanita yang bebas tak beraturan, meski hanya sedikit, meski benar-benar minim, tapi benar-benar dosa, adalah kezaliman, memikirkan kebebasan syahwat tak beraturan, foya-foya dan pergaulan serta suka-suka sedemikan rupa. Oleh karena itu para pejabat pengadilan harus menanganinya dan perhatian, harus dicegah dengan benar, segera dan tegas. (dalam  khutbah salat Jumat, 21/2/1363)

Sikap Umat Terhadap Orang-Orang Yang Menghina Kesucian

Bila kalian melihat di jalan-jalan, para pemuda atas nama Hizbullah melakukan sikap kasar dan pekerjaan-pekerjaan yang sebagian telah keluar dari aturan, tidak ada yang memerintahkannya demikian dan kami juga telah melarangnya. Nah, tahun lalu ada masalah-masalah seperti ini dan kalian telah melihat di tribun salat Jumat ini, saudara mulia kita Agha Rafsanjani dan Agha Nateq Nouri berbicara dan menasihati; mereka mengatakan, jangan bersikap ekstrim. Kami juga telah melarangnya. Tidak seorangpun dari pejabat negara mendukung dan menyetujui kekerasan. Kalian sendirilah yang memaksa para pemuda ini berbuat kekerasan. Keluarga syahid mengadu dan mengatakan, demi Allah! Jangan biarkan para wanita memakai baju tak beraturan dan berjalan, darah syuhada kami terinjak-injak. Hati seseorang trenyuh pada kondisi keluarga-keluarga syuhada, pada para pemuda yang sedang berperang di medan perang, dan atau di pabrik-pabrik, padang sahara yang sedang bekerjasama dengan jihad pembangunan dan seluruh instansi, sementara sejumlah orang muncul di jalan-jalan tersenyum nyengir mengejek semua yang berkaitan dengan revolusi dan kesucian yang ada pada para pemuda dan generasi kita. Sejumlah orang mengejek kesucian revolusi dengan memakai beragam model baju, dengan meletakkan berbagai nama untuk dirinya, dengan menyebarkan baju-baju semacam ini dan menjualnya serta mengimpornya secara ilegal. Kami tidak akan membiarkan hal ini dan bangsa kita juga tidak membiarkannya begitu saja. Orang-orang yang berkhayal ingin merusak dan menodai wajah revolusi dengan perilakunya, dengan perbuatannya, dengan gerakannya, dengan pemakaian bajunya, dengan menyebarkan dan menjual baju-baju yang tidak pantas dan menunjukkan ketergantungan dan keterikatan pada musuh Islam dan musuh revolusi, harus tahu bahwa urusan mereka dengan umat Hizbullah yang selalu hadir di lapangan. (dalam khutbah Jumat, 30/1/1364) Emi Nur Hayati)

Sumber: Naghs wa Resalat-e Zan I, Ifaf wa Hejab Dar Sabke Zendegi-e Irani-Eslami Bargerefteh az bayanat-e Ayatullah al-Udzma Khamenei, Rahbare Moazzam-e Enghelab-e Eslami