Khatib Jumat Tehran: Pemilu, Simbol Kekuatan dan Martabat Bangsa Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i37504-khatib_jumat_tehran_pemilu_simbol_kekuatan_dan_martabat_bangsa_iran
Khatib Shalat Jumat Tehran mengatakan, partisipasi rakyat Republik Islam Iran di berbagai arena politik dan kotak-kotak suara merupakan simbol kekuatan, kewibawaan, martabat dan iman kepada Allah Swt.
(last modified 2026-04-28T13:34:36+00:00 )
May 12, 2017 12:56 Asia/Jakarta
  • Hujjatul Islam wal Muslimin Kazem Siddiqi
    Hujjatul Islam wal Muslimin Kazem Siddiqi

Khatib Shalat Jumat Tehran mengatakan, partisipasi rakyat Republik Islam Iran di berbagai arena politik dan kotak-kotak suara merupakan simbol kekuatan, kewibawaan, martabat dan iman kepada Allah Swt.

Hujjatul Islam wal Muslimin Kazem Siddiqi mengungkapkan hal itu dalam khutbah Jumat kedua di Tehran, ibukota Republik Islam Iran, Jumat (12/5/2017).

Ia menambahkan bahwa rakyat Iran pada Jumat depan akan mendatangi kotak-kota suara berdasarkan keyakinan agama dan kepercayaannya.

Hujjatul Islam wal Muslimin Siddiqi mengatakan, pasca Revolusi Islam Iran, "Islam politik, ekonomi dan budaya" terjun ke arena, dan rakyat berpartisipasi dalam pemilu dengan kekuatan dan perhatian untuk nasib mereka dan nasib negaranya.  

Khatib Shalat Jumat Tehran menegaskan, para calon presiden yang bersaing dalam pemilu presiden harus bertindak sesuai dengan Undang-Undang dan hukum yang berlaku serta bergerak di jalur penguatan masyarakat yang lemah, independensi, keagungan dan keamanan nasional Iran.

Ia lebih lanjut menyinggung musuh-musuh yang selalu menarget Republik Islam, dan mengatakan, Iran bukan seperti negara-negara lain, di mana dengan dolar akan menciptakan kekacauan dan merusak Revolusi Islam.

Di bagian lain khutbahnya, Hujjatul Islam wal Muslimin Siddiqi juga menyinggung dokumen baru Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) dan menyesalkan sejumlah keputusan gerakan ini yang seakan-akan menandakan bahwa mereka mundur dalam mengahadapi Israel.

Ia menuturkan, perbatasan-perbatasan tahun 1967 tidak disetujui oleh semua gerakan perlawanan Palestina, dan rezim Zionis Israel masih tetap diangap sebagai rezim ilegal.

Khatib Shalat Jumat Tehran juga mengecam langkah permusuhan rezim Al Khalifa terhadap Sheikh Isa Qassim, ulama terkemuka Bahrain dan kelanjutan pembunuhan terhadap rakyat Yaman oleh Arab Saudi sertaan pembatasan agama di sejumlah negara di kawasan.

Di kelanjutan khutbahnya, Hujjatul Islam wal Muslimin Siddiqi mengucapkan selamat Nisfu Sya'ban 1438 H dan kelahiran Imam Mahdi af kepada seluruh umat Islam di dunia.

Ia menilai kemunculan Imam Mahdi sebagai realisasi atas janji Allah Swt untuk memenuhi bumi dengan keadilan, perdamaian dan keamanan. (RA)