Rouhani: Syuhada Ajarkan Pengorbanan kepada Bangsa Iran
Presiden Republik Islam Iran mengatakan, para Syuhada telah mengajarkan kepada semua bangsa Iran bahwa negara ini harus tampil membanggakan di kawasan dan dunia.
Hassan Rouhani mengatakan hal itu dalam pidatonya di Kongres Nasional Ketiga untuk memperingati Hari Syahid di Tehran, ibukota Iran, Sabtu (12/3/2016).
Menurut Rouhani, rakyat Iran sangat berhutang kepada keluarga-keluarga besar Syuhada.
"Pesan dan wasiat para Syuhada adalah pengorbanan, pengabdian dan perlindungan terhadap agama Islam, moral, persatuan, kesatuan dan kebanggaan Republik Islam Iran di kawasan dan dunia, imbuhnya.
Rouhani menilai para Syuhada sebagai kekuatan besar dan modal besar di sektor sosial Iran.
"Para Syuhada belajar pelajaran pengorbanan dan kesyahidan dari al-Quran dan Ahlul Bait as serta dari budaya perlawanan," jelasnya.
Presiden Iran menegaskan, kemenangan Revolusi Islam Iran bertujuan supaya cahaya Islam dan moral serta persaudaraan akan bersinar di masyarakat.
Rouhani lebih lanjut memuji kedudukan luhur para Syuhada Revolusi Islam dan para Syuhada di era Perang Pertahanan Suci (peran yang dipaksakan rezim Saddam Irak terhadap Iran selama delapan tahun) serta kesabaran dan keteguhan keluarga-keluarga mereka.
"Pelajaran pengorbanan dan pengabdian juga harus diambil dari keluarga Syuhada dan veteran perang," pungkasnya.
Dalam Kongres Nasional Ketiga untuk memperingati Hari Syahid, Presiden Iran meluncurkan beberapa buku yang diterbitkan oleh lembaga Syahid dan urusan Veteran terkait wasiat para Syuhada.
600 orang dari keluarga Syuhada Revolusi Islam turut hadir dalam acara tersebut.
12 Maret (22 Isfand) dalam kalender Iran dinamakan sebagai Hari Syahid. (RA)