Keppres Imigrasi AS; Hadiah Terbesar Buat Kelompok Radikal
Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran menyesalkan keputusan terbaru Mahkamah Agung Amerika Serikat memungkinkan pelaksanaan sebagian dari keputusan Presiden Donald Trump soal larangan kunjungan Muslim ke AS.
Menlu Zarif hari Selasa (27/6) dalam konferensi pers bersama dengan Sigmar Gabriel, Menteri Luar Negeri Jerman di Berlin mengatakan, "Larangan terhadap Muslim yang diterapkan Trump setelah berkuasa di Amerika sebenarnya tidak memiliki dasar dan tidak akan membantu upaya perang melawan terorisme."
Mahkamah Agung Amerika hari Senin (26/6) membolehkan Donald Trump, Presiden Amerika untuk melaksanakan sebagian dari keputusan larangan imigrasinya yang bertujuan membatasi perjalanan ke Amerika dari enam negara Muslim; Iran, Suriah, Yaman, Somalia, Libya dan Sudan.
Trump pada bulan Januari dan Maret 2017 mengeluarkan keputusan larangan masuknya warga dari enam negara Islam ke Amerika. UU larangan masuk imigran muslim ke Amerika berujung gelombang protes dunia. Banyak dari tokoh, organisasi dan lembaga-lembaga internasional serta warga biasa di media sosial menilai keputusan Donald Trump, Presiden Amerika sebagai diskriminatif dan tidak manusiawi.
Eric Schneiderman, Jaksa Agung New York saat mereaksi keputusan Trump ini mengatakan, "Saya akan menggunakan seluruh kekuatan yang kumiliki untuk membantu mereka yang menjadi korban diskriminasi dan instruksi berbahaya Trump."
Dalam sejarah Amerika Serikat hingga kini 45 presiden negara ini telah mengeluarkan ribuan keputusan terkait pelbagai masalah. Presiden Amerika di abad 18 dan 19 sangat sedikit mengeluarkan keputusan presiden, tapi bersamaan dengan bertambahnya populasi rakyat Amerika dan gelombang imigrasi ke negara ini sejak abad 19 jumlah keputusan presiden Amerika juga semakin bertambah. Franklin D. Roosevelt, Presiden Amerika yang terbanyak mengeluarkan keputusan presiden sebanyak 3.522. Beberapa dekade pasca Perang Dunia II sejumlah presiden Amerika dalam periode 4 atau 8 tahun berkuasa mengeluarkan ratusan keputusan presiden.
Dari sekian keputusan presiden yang dikeluarkan oleh presiden-presiden Amerika hingga kini boleh dikata Keppres Abraham Lincoln yang menghapus perbudakan pada 1863 adalah Keppres paling penting. Sementara Keppres yang dikeluarkan Trump menjadi kontroversi dan diadukan banyak pengacara ke Pengadilan Federal di New York.
Surat kabar Inggris Daily Teleghrap pada bulan Februari 2016 dalam sebuah artikel dengan judul "Perang antarperadaban yang dinyalakan oleh Trump hanya menguntungkan para teroris", menulis:
"Sejak munculnya kelompok-kelompok teroris radikal di dunia seperti kelompok Al Qaeda yang menerapkan aksi kekerasan selama dua dekade lalu bertujuan untuk menghancurkan dunia Barat."
Sekaitan dengan hal ini, Leon Panetta, mantan Direktur CIA mengatakan, "Dengan langkah ini kita sampaikan pesan ini kepada Daesh bahwa Barat sedang berperang dengan Islam, bukan radikalisme!"
Dengan mencermati kenyataan ini dan tujuan tersembunyi di balik langkah kontroversi ini, Bahram Qassemi, Jurubicara Kementeri Luar Negeri Iran mengatakan, "Sangat disesalkan pemerintah AS mengabaikan pelaku utama aksi teror di AS dan keliru memberikan alamat [kepada dunia] di siang bolong, demi mencapai tujuan ekonomi dan bisnisnya yang picik,"
Memberikan alamat keliru berarti Amerika tengah menuding Iran dan sejumlah negara lainnya, padahal bangsa Iran merupakan korban utama terorisme. Selain itu, rakyat Suriah, Irak, Yaman, Afghanistan dan Paksitan menjadi korban para teroris yang didukung oleh Amerika. Bangsa Iran berkali-kali menjadi korban dari terorisme yang didukung Amerika.
Pada tanggal 7 bulan Tir yang bertepatan dengan tangga 28 Juni merupakan hari-hari yang pahit bagi bangsa Iran. Karena sejumlah pejabat negaranya menjadi korban serangan bom yang dilakukan kelompok teroris MKO. Sementara Amerika mengeluarkan kelompok teroris ini dari list terorisnya dan sampai saat ini masih berada di bawah dukungan Washington.
Dengan kata lain, ancaman utama terorisme saat ini datangnya dari Amerika, Israel dan Arab Saudi yang menjadi sumber asli terorisme di kawasan dan dunia. Lucunya, nama Arab Saudi dan Zionis Israel tidak termasuk dari enam negara yang warganya dilarang masuk Amerika. Ini merupakan humor pahit dalam upaya memerangi terorisme di dunia menurut pandangan Amerika!