Penyelundupan Narkoba; Kisah Sebuah Dilema Tak Berujung
https://parstoday.ir/id/news/iran-i40544-penyelundupan_narkoba_kisah_sebuah_dilema_tak_berujung
Peningkatan produksi dan penyelundupan narkoba di dunia sudah sangat mengkhawatirkan, tetapi apa yang menambah kekhawatiran ini dikarenakan perdagangan narkotika telah menjadi masalah yang tidak pernah berakhir
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
Jul 05, 2017 09:58 Asia/Jakarta

Peningkatan produksi dan penyelundupan narkoba di dunia sudah sangat mengkhawatirkan, tetapi apa yang menambah kekhawatiran ini dikarenakan perdagangan narkotika telah menjadi masalah yang tidak pernah berakhir

Ini merupakan tema pembahasan seminar Selasa kemarin (4/7) bertepatan dengan Hari Internasional Melawan Narkoba yang diselenggarakan di Tehran.

Ali Larijani, Ketua Majlis Syura Islami dalam seminar ini mengatakan:

"Perdagangan dan penyelundupan narkoba menghancurkan tubuh dan jiwa manusia serta merusak sendi-sendi keluarga yang berujung pada kekacauan masyarakat. Ini sebuah fenomena yang sangat buruk bagi masyarakat. Iran telah berusaha sekuat tenaga mengontrol sebagian dari jalur penyelundupan narkoba. Kini giliran negara-negara lain untuk memikirkan dirinya. Karena Iran tidak harus membiayai semuanya. Harus dipikirkan untuk mengubah budaya penanaman mereka."

Saat ini, berdasarkan prediksi internasional, dua fenomena terorisme dan produksi narkoba merupakan bahaya serius bagi keamanan nasional dan stabilitas keamanan regional dan internasional.

Di antara negara-negara tetangga Iran, Afghanistan dikenal sebagai sumber asli produksi narkoba. Sejak tahun 2001 ketika Amerika menyerang Afghanistan dengan tujuan perang melawan narkoba dan terorisme, hingga sekarang telah 16 tahun berlalu. Pasukan NATO dan secara khusus pasukan Inggris yang bertanggung jawab memerangi narkoba di Afghanistan hingga kini tidak melakukan apa-apa dan tidak ada kemajuan yang dapat dipertanggungjawabkan terkait perang melawan terorisme dan kelompok radikal.

Masalah yang lebih mengkhawatirkan adalah penyelundupan narkoba kini telah menjadi sumber pendapatan bagi para teroris yang mempengaruhi keamanan negara-negara di kawasan.

Sekaitan dengan masalah ini, Andrei Kazantsev, peneliti di Moscow State Institute of International Relations mengatakan, "Kondisi Afghanistan dan implikasinya pada masalah keamanan di negara-negara Asia Tengah sangat berat, sehingga setiap kelanjutan dan penguatan ancaman di Asia Tengah berarti bahaya bagi keamanan Rusia juga."

Dalam situasi demikian, pertanyaan yang patut diajukan adalah apakah upaya regional sejumlah negara seperti Iran dalam memerangi produksi dan penyelundupan narkoba dengan sendirinya dapat berpengaruh? Dan apakah negara-negara yang mendukung terorisme juga akan berusaha jujur memerangi narkoba?

Kenyataan yang terjadi lebih buruk dari tragedi yang terjadi saat ini, dimana 10 juta orang di dunia terlibat aktif dalam penyelundupan narkoba. Perputaran uang hasil perdagangan narkoba mencapai 1500 miliar dolar. Sesuai dengan sejumlah laporan mengenai produksi narkoba di Afghanistan pada 2016 mencapai 5600 ton dan sekitar 35 persennya melewati Iran.

Republik Islam Iran sebagai negara yang berada di garis terdepan dalam memerangi penyelundupan narkoba di dunia telah mengorbankan lebih dari 3500 syahid dan lebih dari 10000 orang terluka di jalan ini.

Salamat Azimi, Menteri Perlawanan Narkoba Afghanistan dalam Konferensi Internasional Melawan Narkoba yang diselenggarakan pada bulan Maret 2017 di Tehran seraya mengapresiasi Iran yang serius melawan penyelundupan narkoba mengatakan, "Diharapkan dari negara-negara tetangga Afghanistan keseriusan mereka seperti Iran dalam menutup perbatasan dan memerangi para pedagang kematian."

Produksi narkoba di Afghanistan telah menjadi ancaman berbahaya tidak hanya bagi kawasan tapi seluruh dunia. Pada intinya, Iran dengan upaya yang dilakukannya melawan penyelundupan narkoba telah membiayai perdamaian dan keamanan dunia. Namun seperti yang disampaikan Ali Larijani, "Keinginan internasional memerangi narkoba tidak di arena praktek dan Iran tidak seharusnya mengeluarkan semua biaya untuk memerangi penyelundupan narkoba."