IRGC: Saudi Akan Berubah Menjadi Negara Teroris di Kawasan
-
Mohammad-Ali Jafari
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), setelah menekankan bahwa pasukan ini mengupayakan perwujudan perdamaian di kawasan, menyatakan bahwa kekuatan pertahanan Republik Islam berfungsi sebagai "faktor perwujudan keamanan" bagi negara dan menjamin keamanannya.
Pada Selasa (4/7/2017), Komandan IRGC Mayor Jenderal Mohammad-Ali Jafari mengatakan bahwa Iran telah berhasil mengupayakan "keamanan bersama di kawasan melalui penekanan pada persatuan Islam dan kepentingan kolektif regional."
"Hari ini, musuh hanya dapat mengakui kesuksesan ini dan mencoba menyesuaikan diri dengan program kerja Iran," kata pejabat senior IRGC itu.
Jafari memuji "kekuatan unggul" Republik Islam di kawasan ini sebagai "aset berharga" bagi negara dan mengatakan "Ini khususnya merupakan salah satu faktor dalam perwujudan keamanan yang paling penting bagi bangsa Iran."
"Saya katakan [ini] dengan suara lantang bahwa IRGC mengupayakan perdamaian. Namun perdamaian terwujud dan berkesinambungan pada kondisi ketika musuh takut menggelar perang melawan kita dan akan menanggung akibatnya," tegas Jafari.
Lebih lanjut dikatakannya bahwa IRGC tidak menyukai perang dan tidak menentang interaksi dengan dunia, namun perdamaian tidak bisa tewujud hanya melalui negosiasi.
Ditambahkannya, "Kami dihadapkan dengan musuh yang hanya mengerti literatur pemaksaan. Jadi kami tidak bisa berbicara dengan mereka dalam bahasa yang tidak mereka mengerti, dan [berharap] dapat meraih hasilnya."
Dia juga menyinggung kebijakan destruktif Riyadh di kawasan menyusul banyaknya laporan soal dukungannya terhadap kelompok-kelompok teroris, dan mengatakan bahwa kerajaan tersebut "akan berubah menjadi negara teroris di wilayah ini."(MZ)