Iran Kritik Pendekatan Selektif Pelapor Khusus HAM PBB
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengkritik pendekatan selektif Pelapor Khusus PBB untuk HAM di Iran.
Hossein Jaber Ansari mengungkapkan kritikannya itu ketika mereaksi laporan Ahmed Shaheed, Pelapor Khusus PBB untuk HAM Iran dalam pertemuan reguler ke-31 Dewan HAM.
"Laporan-laporan seperti ini disusun berdasarkan pandangan beberapa negara dan bertujuan untuk menarget sejumlah negara lain dengan cara menyalahgunakan mekanisme HAM internasional," kata Jaber Ansari seperti dikutip Pusat Diplomasi Media Kemlu Iran, Rabu (16/3/2016).
Ia menambahkan, metode "selektif" ali-alih "memulihkan" kondisi HAM di tingkat dunia, namun justru telah menurunkannya ke masalah dalam batas konflik politik di antara negara-negara, dan dalam jangka panjang nanti, pendekatan tersebut akan menyebabkan pelemahan promosi HAM di tingkat internasional.
"Laporan Ahmed Shaheed tentang Republik Islam Iran dari sisi isinya adalah berat sebelah, "bermotif politik" dan diskriminatif. Sementara dari sisi metode, laporan ini tidak seimbang dan subjektif. Laporan tersebut disusun berdasarkan informasi yang belum diverifikasi dan tanpa memperhatikan fakta-fakta yang ada," jelasnya.
Pelapor Khusus PBB untuk HAM Iran dalam laporannya, kembali mengulang tuduhan-tuduhan palsu terhadap negara ini.
Seperti dalam laporan-laporan sebelumnya, Ahmed Shaheed berusaha menyampaikan apa yang ia sebut sebagai kekhawatiran tentang kondisi HAM di Iran kepada anggota Dewan HAM PBB.
Menurut rencana, laporan tersebut akan diambil voting di Dewan HAM PBB di Jenewa. (RA)