Rahbar: Sanksi Justru Membuat Iran Lebih Kuat
https://parstoday.ir/id/news/iran-i42162-rahbar_sanksi_justru_membuat_iran_lebih_kuat
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Kamis (3/8) dalam acara pelantikan Presiden Iran di Husseiniyah Imam Khomeini mengatakan, meskipun sanksi telah menimbulkan permasalahan, namun sanksi juga telah menyebabkan kami lebih memperhatikan kapasitas dan kemampuan dalam negeri, karenanya hari ini, berlawanan dengan keinginan musuh, Iran lebih kuat dan kokoh di bandingkan tahun-tahun pertama revolusi.
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
Aug 03, 2017 13:45 Asia/Jakarta
  • Ayatullah Khamenei
    Ayatullah Khamenei

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Kamis (3/8) dalam acara pelantikan Presiden Iran di Husseiniyah Imam Khomeini mengatakan, meskipun sanksi telah menimbulkan permasalahan, namun sanksi juga telah menyebabkan kami lebih memperhatikan kapasitas dan kemampuan dalam negeri, karenanya hari ini, berlawanan dengan keinginan musuh, Iran lebih kuat dan kokoh di bandingkan tahun-tahun pertama revolusi.

Ayatullah Sayid Ali Khamenei menambahkan, beberapa pihak seperti pejabat pemerintah Amerika terang-terangan memusuhi rakyat Iran dan senjata sebagian dari mereka, layaknya "kepalan di balik sarung tangan beludru", namun semua konspirasi itu justru menyebabkan kepercayaan diri rakyat dan pemerintah, meningkat, dan mereka menemukan cara untuk menghadapi senjata musuh itu.

Rahbar menyebut Amerika sebagai rezim yang paling agresif dan buruk di bandingkan yang lainnya. Ia menegaskan, empat dekade partisipasi di kancah internasional menunjukkan bahwa biaya menyerah di hadapan kekuatan menindas dunia, lebih besar ketimbang biaya perlawanan atas mereka.

Ayatullah Khamenei juga menyinggung soal kontroversi terbaru terkait peluncuran roket satelit Iran dan menuturkan, peluncuran roket satelit ini adalah kerja di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, hal yang lumrah dan perlu bagi negara, akan tetapi mereka pun menciptakan kontroversi dalam hal ini.

Rahbar di bagian lain pidatonya memberikan arahan kepada para politisi terkait kerja keras, semangat jihad dan langkah terukur di bidang ekonomi, budaya, pertahanan dan upaya menjaga identitas Islam serta revolusi guna menghadapi senjata dan dalih musuh.

Ia juga menyinggung urgensitas tinggi acara pelantikan presiden dan menyebutnya sebagai partisipasi rakyat dalam memilih pejabat tinggi negara.

"Acara pelantikan ini adalah acara pelantikan ke-12 pasca kemenangan Revolusi Islam Iran yang menunjukkan pengaruh besar suara dan pilihan rakyat. Prestasi besar ini diraih berkat revolusi", ujarnya.

Berdasarkan Pasal 110 Undang-undang Dasar Iran, penandatanganan hukum pengangkatan presiden setelah pemilu, termasuk di antara tugas dan wewenang Rahbar, dan berdasarkan undang-undang pemilu presiden Iran, masa tugas presiden Iran adalah empat tahun dan dimulai sejak hari dilantik oleh Rahbar. (HS)