Iran Minta Semua Pihak Cegah Tragedi Kemanusiaan di Myanmar
-
Duta Besar Iran untuk PBB Gholamali Khoshro
Duta Besar Iran untuk PBB Gholamali Khoshro, menyampaikan kekhawatiran atas kondisi tragis Muslim Myanmar, dan mengatakan kelompok kontak negara-negara Muslim akan menggelar pertemuan dalam beberapa hari ke depan.
Khoshro dalam wawancara dengan IRNA, Rabu (6/9/2017) mengutuk gelombang baru pembersihan etnis di Myanmar dan menegaskan, semua negara harus berusaha untuk mencegah tragedi kemanusiaan di negara itu.
Sejak 25 Agustus lalu, gelombang penumpasan dan serangan baru militer Myanmar terhadap Muslim Rohingya di Rakhine telah menewaskan lebih dari 400 orang. PBB mengatakan 78.000 Muslim Rohingya melarikan diri dari kejahatan militer Myanmar ke Bangladesh dalam 10 hari terakhir.
"Warga Muslim Rohingya sudah tinggal di Myanmar selama berabad-abad, tapi tidak memiliki hak paling dasar kewarganegaraan," jelas Khoshro.
Ia menuturkan bahwa militer Myanmar dan pendukungnya telah membakar ribuan rumah di negara bagian Rakhine dalam beberapa hari terakhir dan membuat ratusan ribu Muslim Rohingya berlindung ke daerah perbukitan.
Iran, lanjut Khoshro, melakukan komunikasi intensif dalam beberapa hari terakhir dengan negara-negara Muslim untuk mencegah tragedi kemanusiaan di Myanmar.
"Dari komunikasi itu, kelompok kontak negara-negara Muslim akan segera melakukan pertemuan pada tingkat duta besar dan menteri," tambahnya.
Menurutnya, PBB melalui Majelis Umum dan badan-badan terkait secara serius harus mencegah berlanjutnya kejahatan militer dan ekstremis Budha Myanmar terhadap Muslim Rohingya.
"Memaksa dan menekan Muslim Myanmar untuk mengungsi tidak bisa diterima oleh hati nurani manusia merdeka dan masyarakat dunia tidak boleh berdiam diri atas kondisi seperti itu," tegas Khoshro. (RM)