Zarif: Iran Dapat Keluar dari JCPOA dan Memulai Program Nuklir Damainya
-
Mohammad Javad Zarif
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, dalam wawancaranya dengan CNN menyinggung potensi keluarnya Amerika Serikat dari JCPOA dan mengatakan bahwa Iran memiliki sejumlah opsi termasuk keluar dari JCPOA dan kembali ke program-program nuklirnya dengan cepat.
Dalam wawancaranya dengan Fareed Zakaria, presenter CNN, yang menanyakan soal reaksi Iran terhadap kemungkinan keluarnya Amerika Serikat dari JCPOA, Zarif mengatakan, "Iran memiliki sejumlah opsi dimana keluar dari kesepakatan nuklir dan kembali ke program nuklir dengan cepat serta pembatalan seluruh pembatasan yang dilakukan secara sukarela oleh Tehran termasuk di antaranya."
Berbicara soal kebutuhan pertahanan Iran seraya menyinggung pembelian senjata dalam jumlah massif oleh Arab Saudi dalam kunjungan Trump beberapa bulan lalu ke Riyadh, Zarif mengatakan, "Iran memproduksi sendiri seluruh kebutuhan [pertahanannya] termasuk sistem rudal, dan ini yang membuat Barat dan Amerika Serikat geram."
Menyinggung serangan rudal terhadap kota-kota Iran oleh militer Irak era rezim Saddam Hossein dalam perang yang dipaksakan selama delapan tahun, serta gugur dan terlukanya ribuan warga Iran akibat serangan tersebut, Zarif mengatakan, "Ketika itu, Saddam adalah sahabat Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat, dan tidak ada satu pihak pun yang mengkritiknya atas serangan itu. Sementara Iran bahkan tidak memiliki satu rudal pun untuk membela diri menghadapi serangan rudal Irak setiap hari."
Pada bagian lain wawancara itu, Zakaria menanyakan soal pesan untuk Presiden AS Donald Trump dan Zarif mengatakan, "Menurut saya, akan menguntungkan Amerika Serikat untuk memperhatikan berbagai fakta. Fakta-fakta regional kami cukup jelas dan transparan dan demikian adanya selama 40 tahun terakhir."
"Sayang sekali Amerika Serikat memutuskan untuk melupakan fakta-fakta tersebut dan oleh karena itu gagal," tuturnya.
Zarif yang berada di New York untuk menghadiri sidang Majelis Umum PBB ke-72, Sabtu siang (23/9/2017) diwawancarai CNN dan menjawab pertayaan Fareed Zakaria soal berbagai isu politik luar negeri Republik Islam Iran khususnya terkait JCPOA. Wawancara tersebut ditayangkan hari Ahad pukul 10 pagi waktu New York.(MZ)