Qassemi: Citra Iran yang Lebih Baik telah Dipresentasikan di PBB
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, kunjungan Hassan Rouhani, Presiden Iran ke New York dan partisipasinya di Sidang Majelis Umum PBB berhasil memaparkan citra yang lebih baik dari kebijakan Iran di kawasan dan dunia.
Bahram Qassemi mengatakan hal itu dalam jumpa pers di Tehran, ibukota Iran pada Senin (25/9/2017) ketika menjawab pertanyaan wartawan IRIB tentang diplomasi aktif Iran di New York dan upaya AS untuk menciptakan tuduhan dan klaim guna menyebarkan Iranphobia di kawasan.
"Konsultasi politik Republik Islam Iran di New York telah ada secara luas sejak dimulainya Sidang Majelis Umum PBB dan sekarang berlanjut," imbuhnya.
Ia menambahkan, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif melanjutkan konsultasinya di New York dan hingga kemarin, ia telah melakukan lebih dari 42 perundingan, pertemuan dan wawancara di New York, dan proses ini akan berlanjut hingga beberapa hari mendatang.
Jubir Kemlu Iran lebih lanjut menyinggung kebijakan dan pernyataan anti-Iran yang dilontarkan oleh Donald Trump, Presiden AS.
"Kebijakan-kebijakan AS bukan hal yang baru dan pernyataan ini menunjukkan hakikat pemerintahan negara itu dalam berbagai bentuk," ujarnya.
Qassemi juga menyinggung kebijakan baru pemerintah AS yang melarang masuknya warga Iran ke Amerika.
"Kebijakan ini tidak manusiawi dan tidak logis yang dikejar oleh Presiden AS, dan tindakan itu dikecam dan ditolak," tegasnya.
Di bagian lain pernyataannya, jubir Kemlu Iran menyinggung pertemuan Komisi Bersama JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif), di mana Tehran telah memprotes proses pelaksanaan perjanjian nuklir tersebut.
"Dua pertemuan tingkat pakar dan tingkat Menlu telah digelar di New York, dan dalam pertemuan ini, semua sabotase, inkonsistensi AS dan persoalan yang dibuat negara ini pasca JCPOA telah dibahas oleh Menlu Iran, serta semua isu dan persoalan telah ditindak lanjuti," jelasnya.
Mengenai referendum pemisahan Kurdistan dari Irak, Qassemi menuturkan, langkah ini dilakukan pada masa yang tidak tepat dan dalam kondisi dimana pemerintah Irak berhasil mencapai banyak keberhasilan untuk menumpas kelompok teroris Daesh (ISIS).
Ia juga menyinggng pertemuan Menlu Iran, Turki dan Irak di New York untuk membicarakan masalah Kurdistan.
Qassemi menjelaskan, tiga negara: Iran, Irak dan Turki saling memiliki persoalan dan terkadang ketiganya perlu untuk mengkaji ulang, serta mereka memantau isu-isu dan melakukan konsultasi yang diperlukan untuk menciptakan stabilitas dan keamanan di kawasan. (RA)