Zarif: Trump Membuka Kotak Pandora Jika JCPOA Dirundingkan Kembali
-
Mohammad Javad Zarif
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyatakan, Presiden AS Donald Trump "akan membuka sebuah kotak Pandora" jika mencoba merundingkan kembali persyaratan dalam kesepakatan nuklir Iran.
Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan oleh Associated Press pada Rabu (27/9/2017), Zarif menekankan bahwa kemungkinan untuk merundingkan ulang kesepakatan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) adalah sebuah "mitos".
Iran dan lima anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa - Amerika Serikat, Perancis, Inggris, Rusia dan Cina - ditambah Jerman menandatangani kesepakatan nuklir pada 14 Juli 2015 dan mulai menerapkannya pada 16 Januari 2016.
Di bawah JCPOA, Iran menyetujui pembatasan program nuklirnya sebagai imbalan atas pencabutan sanksi terkait nuklir yang diberlakukan terhadap Tehran.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah berulang kali memverifikasi kepatuhan Iran terhadap persyaratan JCPOA sejak Januari 2016, ketika kesepakatan itu diimplementasikan.
Sejak Trump menjabat, AS telah melakukan agitasi terhadap kesepakatan nuklir, dan bahkan dalam banyak kesempatan mengancam akan keluar dari kesepakatan tersebut.
Zarif menegaskan bahwa jika AS keluar dari kesepakatan tersebut, Tehran tidak lagi terikat dengan kesepakatan itu kemudian akan "memutuskan bagaimana mereaksinya."