Zarif: Amerika Serikat Kecanduan Sanksi
https://parstoday.ir/id/news/iran-i45599-zarif_amerika_serikat_kecanduan_sanksi
Menyusul ancaman Presiden AS Donald Trump keluar kesepakatan nuklir Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan, Amerika Serikat telah kecanduan dengan sanksi namun setelah sanksi selama empat dasawarsa Iran menjadi kebal.
(last modified 2026-05-10T18:00:53+00:00 )
Okt 08, 2017 16:25 Asia/Jakarta
  • Mohammad Javad Zarif
    Mohammad Javad Zarif

Menyusul ancaman Presiden AS Donald Trump keluar kesepakatan nuklir Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan, Amerika Serikat telah kecanduan dengan sanksi namun setelah sanksi selama empat dasawarsa Iran menjadi kebal.

"Amerika Serikat telah memiliki kebijakan untuk menjatuhkan sanksi kepada Iran selama 40 tahun terakhir. Pada dasarnya, mereka telah mengimunisasi kami di hadapan sanksi AS," kata Zarif dalam sebuah wawancara dengan Aljazeera yang dirilis pada Sabtu (7/10/2017).

"Tapi dari perspektif global, tampaknya Amerika Serikat kecanduan pada sanksi," tambahnya menanggapi pertanyaan mengenai spekulasi kemungkinan keputusan Trump dan Kongres AS untuk menjatuhkan sanksi baru terhadap Republik Islam tersebut.

"Mereka percaya sanksi itu berhasil. Sebenarnya, saya pikir mereka [pejabat Amerika] seharusnya sudah belajar sekarang bahwa sanksi tidak berhasil, "katanya.

Iran dan lima anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa - Amerika Serikat, Perancis, Inggris, Rusia dan Cina - ditambah Jerman menandatangani perjanjian nuklir JCPOA, pada 14 Juli 2015 dan mulai menerapkannya pada 16 Januari 2016.

Di bawah JCPOA, Iran meyetujui pembatasan pada program nuklirnya sebagai imbalan atas penghapusan sanksi terkait nuklir yang diberlakukan terhadap Tehran.

Selama pidatonya di Majelis Umum PBB pada tanggal 19 September, Trump menilai JCPOA sebagai "transaksi terburuk dan paling sepihak yang pernah ditandatangani Washington."(MZ)