Khoshroo: Jika Keluar dari JCPOA, AS akan Kehilangan Kredibilitas
https://parstoday.ir/id/news/iran-i45783-khoshroo_jika_keluar_dari_jcpoa_as_akan_kehilangan_kredibilitas
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menilai keluarnya Amerika Serikat dari perjanjian nuklir, JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif) akan menyebakan penafian universal dan hilangnya kredibilitas negara itu.
(last modified 2026-05-10T18:00:53+00:00 )
Okt 12, 2017 09:45 Asia/Jakarta
  • Gholamali Khoshroo, Dubes RII untuk PBB.
    Gholamali Khoshroo, Dubes RII untuk PBB.

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menilai keluarnya Amerika Serikat dari perjanjian nuklir, JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif) akan menyebakan penafian universal dan hilangnya kredibilitas negara itu.

Gholamali Khoshroo mengatakan, dalam isu-isu global seperti JCPOA, AS tidak bisa memainkan peran sebagai pemain dan wasit secara bersamaan.

"Masihkah ada kepercayaan sehingga bisa kembali berunding? Tidak hanya Republik Islam Iran, namun negara manapun tidak akan percaya lagi dengan AS," kata Khoshroo dalam wawancara dengan CNN, Rabu (11/10/2017) petang ketika menjawab apakah Iran untuk kedua kalinya akan berunding dengan AS tentang isu nuklir?

Dubes Iran untuk PBB lebih lanjut mengkritik Donald Trump, Presiden AS yang menganggap pemerintahan Iran sebagai sebuah pemerintahan yang tidak demokratis.

"Republik Islam Iran dengan cara yang tepat telah membuktikan pemerintahannya yang demokratis kepada dunia dalam pemilu presiden baru-baru ini," tegas Khoshroo seperti dikutip IRNA.

Ia juga menyinggung bahwa dampak intervensi AS di kawasan tidak lain hanyalah kerusakan dan hilangnya keamanan.

"Kami berharap Trump tidak akan ikut campur dalam urusan negara-negara di kawasan sesuai dengan janjinya kepada rakyat AS," pungkasnya.

Presiden AS akan mengumumkan kebijakan barunya terkait dengan Iran dan posisi pemerintahannya tentang perjanjian nuklir JCPOA dalam sebuah pidato pada Kamis, namun Associated Press mengutip sumber terpercaya menyebutkan bahwa pidato Trump akan ditunda sampai hari Jumat.

Trump memiliki waktu hingga 15 Oktober 2017 untuk menolak atau mengkonfirmasi komitmen Iran kepada JCPOA, namun tampaknya ia akan menolak perjanjian nuklir itu dan menyerahkannya kepada Kongres AS.

Jika Trump menolak komitmen Tehran terhadap JCPOA, maka Kongres AS memiliki waktu 60 hari untuk memutuskan tentang pengembalian sanksi-sanksi terhadap Iran. (RA)