Ayatullah Araki: Kecintaan kepada Keluarga Nabi Cegah Terbentuknya Takfiri
https://parstoday.ir/id/news/iran-i47579-ayatullah_araki_kecintaan_kepada_keluarga_nabi_cegah_terbentuknya_takfiri
Sekjen Forum Internasional Pendekatan Antar-Mazhab menjelaskan persatuan dengan poros Ahlul Bait merupakan mekanisme terbaik untuk mencegah munculnya kelompok Salafi-Takfiri di dunia Islam.
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
Des 02, 2017 09:57 Asia/Jakarta
  • Sekjen Forum Internasional Pendekatan Antar-Mazhab Ayatullah Mohsen Araki
    Sekjen Forum Internasional Pendekatan Antar-Mazhab Ayatullah Mohsen Araki

Sekjen Forum Internasional Pendekatan Antar-Mazhab menjelaskan persatuan dengan poros Ahlul Bait merupakan mekanisme terbaik untuk mencegah munculnya kelompok Salafi-Takfiri di dunia Islam.

Ayatullah Mohsen Araki Jumat (1/12) malam di acara pembacaan syair dengan tema "Rahmat dan Persatuan" yang digelar di kompleks makam suci Sayidah Maksumah di kota Qom, selatan Tehran seraya mengisyaratkan bahwa 90 persen umat Muslim dunia mengaku sebagai pecinta keluarga Nabi (Ahlul Bait Nabi), mengatakan, kecintaan kepada keluarga nabi ini termasuk kapasitas besar di dunia Islam.

Ayatullah Mohsen Araki

Sekjen Forum Internasional Pendekatan Antar-Mazhab seraya menekankan bahwa umat Muslim harus bersatu di bawah panji kecintaaan kepada Sayidah Fatimah Az-Zahra, putri nabi ketimbang berselisih di antara mereka menambahkan, jika kecintaan ini semakin besar, maka kita tidak akan lagi mendengar kelompok dengan nama "Daesh".

Di acara ini, selain para pujangga Iran, para penyair dari berbagai negara juga membacakan karya mereka dengan tema persatuan.

Acara ini digelar bertepatan dengan peringatan pekan persatuan dan digagas oleh Forum Internasional Pendekatan Antar-Mazhab, hauzah ilmiah dan IRIB.

Pekan Persatuan

Ahlu Sunnah meyakini Rasulullah lahir pada 12 Rabiul Awal dan Syiah meyakini Nabi Muhammad dilahirkan pada 17 Rabiul Awal.

Imam Khomeini, pendiri Republik Islam Iran dengan alasan mempersatukan dunia Islam, menetapkan rentang waktu antarai 12 hingga 17 Rabiul Awal sebagai pekan persatuan. (MF)