Sekjen Forum Dunia Kebangkitan Islam Reaksi Tegas Keputusan Trump
https://parstoday.ir/id/news/iran-i47877-sekjen_forum_dunia_kebangkitan_islam_reaksi_tegas_keputusan_trump
Sekretaris Jenderal Forum Internasional Kebangkitan Islam mereaksi keputusan Presiden Amerika Serikat yang mengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis Israel dan menilai langkah tersebut sebagai pukulan terbaru terhadap kehidupan politik AS di Asia Barat dan Dunia Islam, di mana Trump akan menyesalinya, sebab langkah tersebut akan menyulut kemarahan 1,5 miliar umat Islam terhadap dirinya.
(last modified 2026-04-24T16:42:03+00:00 )
Des 08, 2017 12:44 Asia/Jakarta
  • Ali Akbar Velayati, Sekjen Forum Internasional Kebangkitan Islam.
    Ali Akbar Velayati, Sekjen Forum Internasional Kebangkitan Islam.

Sekretaris Jenderal Forum Internasional Kebangkitan Islam mereaksi keputusan Presiden Amerika Serikat yang mengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis Israel dan menilai langkah tersebut sebagai pukulan terbaru terhadap kehidupan politik AS di Asia Barat dan Dunia Islam, di mana Trump akan menyesalinya, sebab langkah tersebut akan menyulut kemarahan 1,5 miliar umat Islam terhadap dirinya.

Ali Akbar Velayati mengungkapkan hal itu dalam acara penutupan Konferensi Internasional Persatuan Islam Periode Ke-31 di Tehran, ibukota Iran, Kamis (7/12/2017) sore.

Konferensi Internasional Persatuan Islam Periode Ke-31 di RII.

Meskipun muncul berbagai penentangan luas regional dan internasional, Donald Trump, Presiden AS pada Rabu malam mengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim palsu Zionis. Langkah ini juga dikecam oleh negara-negara Muslim.

Sekjen Forum Internasional Kebangkitan Islam lebih lanjut menyinggung kekalahan kelompok teroris takfiri Daesh (ISIS) oleh Front Muqawama di kawasan.

"Dengan kehancuran Daesh, dunia Islam kembali menempatkan isu Palestina sebagai masalah utama dunia Islam," kata Velayati.

Ia juga menyinggung meningkatnya langkah-langkah yang menyulut krisis, ketegangan etnis, agama dan mazhab serta perang proxy selama beberapa tahun terakhir di dunia Islam dan Asia Barat.

"Akar dari kekecauan ini harus dicari dalam kebijakan-kebijakan arogansi dan kolonial AS dan sekutunya di kawasan," ujarnya.

Velayati menilai persatuan, persaudaraan dan memperdalam serta memperluas keduanya ke semua tingkat: agama, sosial, budaya dan politik dunia Islam sebagai jalan untuk melewati instabilitas di kawasan saat ini.

Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-31 di Tehran, dihadiri oleh 500 tamu asing dan lokal. Konferensi yang mengusung slogan "Persatuan dan Keharusan Peradaban Baru Islam" ini ditutup pada Kamis, 7 Desember 2017. (RA)