Mayjen Bagheri: al-Quds Milik Islam dan Umat Islam
-
Mayjen Mohammad Bagheri, Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata RII.
Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran mengecam keputusan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat yang mengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis Israel.
"Al-Quds al-Sharif adalah milik Islam dan umat Islam, dan jalur Muqawama (perlawanan) untuk membebasakan al-Quds akan berlanjut," kata Mayor Jenderal Mohammad Bagheri dalam pesannya pada Kamis (7/12/2017).
Ia menegaskan, umat Islam dunia –dengan persatuan dan kewaspadaan– tidak akan pernah membiarkan al-Quds al-Sharif terpisah dari tubuh dunia Islam.
Mayjen Bagheri menjelaskan, keputusan tidak logis Trump merupakan pelanggaran nyata terhadap hak-hak rakyat tertindas Palestina dan menujukkan kegagalan kebijakan AS di kawasan.
"Tanggung jawab atas segala bentuk ketegangan dan konflik di kawasan harus dipikul oleh AS dan rezim Zionis," imbuhnya.
Di bagian lain pernyataannya, Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Iran menegaskan pentingnya penyusunan kebijakan dan strategi untuk menciptakan persatuan oleh para pemimpin dunia Islam guna menghadapi konspirasi baru AS dan rezim penjajah Israel, terhadap al-Quds dan Palestina.
"Kebijakan tegas dan berprinsip Republik Islam Iran adalah akan selalu mendukung rakyat tertindas Palestina dan mengecam langkah-langkah memecah belah oleh AS dan rezim Zionis yang mengancam stabilitas dan keamanan regional," pungkasnya.
Sebelumnya, meski muncul berbagai penentangan luas regional dan internasional, Donald Trump, Presiden AS pada Rabu malam mengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim palsu Zionis. Langkah sepihak tersebut juga dikecam oleh negara-negara Muslim, Arab dan Eropa. (RA)